Scroll untuk baca artikel
BireuenPemerintah

Kak Na Ajak Generasi Muda Lestarikan Tenun Aceh

33
×

Kak Na Ajak Generasi Muda Lestarikan Tenun Aceh

Sebarkan artikel ini
Ketua Dekranasda Aceh Marlina Usman meninjau sentra kerajinan tenun dan kayu jati binaan Dekranasda Bireuen.

Pewarta Aceh | BIREUEN – Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Usman, menegaskan keahlian menenun tidak sekadar membuka peluang ekonomi. Menurutnya, keahlian ini juga menjadi sarana penting untuk merawat dan melestarikan adat budaya Aceh. Kak Na menyampaikan hal tersebut saat meninjau sentra kerajinan tenun Yayasan Seramoe Jumpa binaan Dekranasda Bireuen di Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jumpa, Selasa (11/8/2026) sore.

“Selamat atas keahlian yang adik-adik miliki, ini tentu menjadi sebuah peluang adik-adik semua dalam mendukung perekonomian keluarga dan daerah. Namun di sisi lain, keahlian ini tentu memberi tanggungjawab lain. Yaitu pelestarian tenun dan songket khas Aceh,” ucap Kak Na.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Selanjutnya, Kak Na mendorong para penenun muda mengajak teman sebaya mencintai tenun dan songket Aceh. Ia berharap semakin banyak generasi muda menguasai keahlian tersebut ke depannya. “Karena itu, adik-adik tentu harus mengajak teman sebaya untuk mencintai tenun dan songket Aceh. Ajak mereka, ajari mereka agar lebih banyak generasi muda yang memiliki keahlian ini. Dengan demikian, masyarakat Aceh akan terus melestarikan budaya yang bernilai ekonomi tinggi ini,” sambung Kak Na.

Kunjungi Sentra Kerajinan Kayu Jati

Bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Bireuen, Sadriah Mukhlis, Kak Na kemudian melanjutkan kunjungan ke Gampong Seuleumbah, Kecamatan Jumpa. Di sana, ia meninjau sentra kerajinan kayu jati Pardan Decoration yang digagas Ari Fonna. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Dekranasda Aceh mendukung pelaku UMKM lokal.

Kak Na mengaku bangga menyaksikan semangat juang Ari dalam membangun usaha bernilai ekonomi tinggi. Usaha ini bahkan berhasil merekrut belasan tenaga kerja lokal untuk memproduksi berbagai peralatan dapur berbahan kayu. Produk-produk tersebut meliputi piring, sendok, gelas, cobek, nampan, spatula, kotak tisu, dan aneka kerajinan lainnya.

“Ari adalah salah satu bukti konkret kesuksesan pegiat UMKM. Selain mampu menciptakan usaha baru, Ari juga merekrut tenaga kerja bahkan hingga belasan orang. Keren, luar biasa,” kata Kak Na.

Belajar Otodidak Lewat YouTube

Ari Fonna merupakan putra asli kelahiran Kota Juang Bireuen yang mencoba peruntungan di dunia kerajinan kayu jati. Berbekal tekad dan semangat, ia menekuni kerajinan ini secara otodidak. Ari memanfaatkan video tutorial dari YouTube untuk mengasah keterampilannya tanpa pendidikan formal di bidang ini.

“Saya belajar secara otodidak Bu, saya memanfaatkan YouTube untuk belajar. Alhamdulillah. Dari usaha ini saya bisa merekrut 12 pekerja lokal dan mendapatkan omset sebesar Rp50 juta hingga Rp60 juta per bulan,” ungkap Ari Fonna.

Kak Na menutup kunjungannya dengan memuji dedikasi Ari membangun sentra kerajinan bernilai tinggi di Aceh. Ia membandingkan pencapaian ini dengan kondisi sebelumnya, ketika kerajinan serupa hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa. “Keren, karena tekad dan semangat Ari, kini kita memiliki sentra kerajinan kayu jati dengan produk yang sangat baik. Dulu kita hanya melihat kerajinan ini di Pulau Jawa, kini di Aceh sudah ada kerajinan ini,” pungkas Kak Na.