Scroll untuk baca artikel
Aceh TimurNews

Hengki Syah Jaya Raih Predikat Penulis Feature Terfavorit PWI Langsa

27
×

Hengki Syah Jaya Raih Predikat Penulis Feature Terfavorit PWI Langsa

Sebarkan artikel ini
Peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kewartawanan PWI Kota Langsa saat simulasi matrikulasi UKW di lokasi Objek Wisata Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, 24-26 Juli 2026.

Pewarta Aceh | LANGSA – Wartawan AcehOnline, Hengki Syah Jaya, meraih predikat penulis feature terfavorit. PWI Kota Langsa menetapkan hasil tersebut pada Selasa, 28 Juli 2026.

Hengki memenangkan sayembara melalui karya berjudul “Gemercik Sungai dan Tarian Burung Bukit Lawang Mengiringi Pelatihan Jurnalis.” Melalui tulisan itu, Hengki menggambarkan suasana pelatihan jurnalistik di Bukit Lawang.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Ketua Komisi Independen Pemilihan Aceh, Agusni AH, menyediakan hadiah utama. Agusni juga pernah berprofesi sebagai wartawan serta menulis esai, cerpen, dan puisi.

PWI Kota Langsa menggelar sayembara sebagai bagian dari pelatihan peningkatan kapasitas wartawan. Kegiatan tersebut berlangsung di Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 24–26 Juli 2026. Selama kegiatan, peserta mengikuti materi dan berlatih mengembangkan keterampilan jurnalistik.

Sayembara Menjadi Latihan Menulis Feature

Ketua PWI Kota Langsa, Putra Zulfirman, menjelaskan tujuan sayembara tersebut. Menurut Putra, panitia mengaitkan kegiatan itu dengan materi matrikulasi Uji Kompetensi Wartawan.

“Pada matrikulasi UKW, terdapat mata uji menulis karangan khas atau feature,” kata Putra, Selasa, 28 Juli 2026.

Putra meminta peserta menulis feature dengan tema pelaksanaan pelatihan. Dengan demikian, peserta dapat menerapkan materi yang mereka peroleh.

“Nah, peserta kita minta berlatih menulis feature dengan tema memotret pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut,” ujar Putra.

Melalui latihan itu, peserta mengembangkan kemampuan menyusun narasi. Mereka juga belajar menerapkan kaidah penulisan jurnalistik secara tepat.

Putra berharap peserta mampu menulis feature secara informatif. Di sisi lain, peserta juga perlu menghadirkan pengalaman dan unsur kemanusiaan.

Panitia menerima lima karya dari anggota PWI Kota Langsa. Meskipun mengangkat kegiatan yang sama, setiap peserta memakai sudut pandang berbeda.

Syafrul dari AtjehTerkini mengirim tulisan berjudul “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Wartawan di Wisata Alam Bukit Lawang.” Tulisan tersebut menekankan kelengkapan informasi.

Ray Iskandar dari Harian Rakyat Aceh mengangkat tema belajar sambil berwisata. Sementara itu, ia memberi judul “PWI Langsa Belajar Sembari Studi Wisata.”

Munawar dari Harian Waspada menyajikan pendekatan lebih reflektif. Ia mengangkat judul “Di Rerimbunan Hutan, Menyulih Mental dan Kompetensi Anggota PWI Langsa.”

Rapian dari MediaKontras.id menonjolkan optimisme terhadap profesi jurnalistik. Karena itu, ia memberi judul “Peningkatan Kapasitas Wartawan Berpadu dengan Wisata Menjaga Asa Jurnalisme.”

Hengki melengkapi daftar peserta melalui narasi tentang alam Bukit Lawang. Ia kemudian memadukan pengalaman pelatihan dengan suasana lingkungan.

Kurator Menilai Lima Karya

Panitia menerima seluruh karya hingga Senin, 27 Juli 2026. Batas pengumpulan berakhir pada pukul 23.59 WIB.

Setelah itu, Putra meminta Agusni AH menilai lima tulisan tersebut. Agusni kemudian menganalisis kekuatan dan karakter setiap karya.

Agusni menilai tulisan Syafrul menyajikan informasi secara lugas. Di samping itu, narasinya memadukan kegiatan pelatihan dengan latar wisata.

Tulisan Ray menghadirkan sudut pandang ringan dan komunikatif. Oleh sebab itu, karya tersebut menonjolkan pengalaman belajar sambil menikmati perjalanan.

Karya Munawar menawarkan pendekatan yang lebih reflektif. Penulis juga menghubungkan pelatihan dengan pembentukan mental dan profesionalisme wartawan.

Agusni melihat tulisan Rapian membawa pesan optimistis. Bahkan, narasinya mengaitkan pelatihan dengan harapan masa depan jurnalistik.

Hengki tampil paling menonjol melalui penggambaran suasana. Ia juga menghadirkan suara sungai, satwa, dan lanskap Bukit Lawang.

“Feature ini merupakan tulisan yang paling kuat dalam menghadirkan atmosfer,” kata Agusni dalam hasil kurasinya.

Menurut Agusni, judul karya Hengki mampu membangkitkan rasa ingin tahu. Selain itu, narasinya mengajak pembaca membayangkan suasana lokasi.

Penulis memadukan keindahan alam dengan materi pelatihan. Dengan begitu, perpaduan tersebut menjadi kekuatan utama karya Hengki.

Agusni juga menilai tulisan itu menghadirkan unsur pengalaman. Bahkan, sentuhan human interest semakin memperkuat karakter feature tersebut.

Hengki Menonjol Lewat Deskripsi Suasana

Kelima karya menunjukkan pendekatan berbeda terhadap satu kegiatan. Namun, setiap penulis tetap menampilkan gaya dan kepekaan masing-masing.

Syafrul menonjol melalui kelengkapan informasi. Sementara itu, Ray menguatkan komunikasi dan suasana kebersamaan.

Munawar menawarkan kedalaman refleksi. Di sisi lain, Rapian menghadirkan pesan inspiratif tentang masa depan jurnalistik.

Hengki unggul melalui deskripsi suasana yang hidup. Karena itu, karyanya meraih predikat feature terfavorit.

Agusni menetapkan Hengki sebagai pemenang setelah menyelesaikan proses kurasi. Penetapan tersebut juga mengikuti arahan Ketua PWI Kota Langsa.

Predikat itu menjadi apresiasi atas kemampuan Hengki mengolah peristiwa. Lebih jauh, karyanya memperlihatkan unsur penting dalam penulisan feature.

Kelima karya menunjukkan perkembangan kemampuan peserta. Dengan demikian, sayembara tersebut turut menjadi ruang praktik bagi anggota PWI Kota Langsa.

Keberagaman sudut pandang juga memperlihatkan kekayaan penulisan feature. Pada akhirnya, setiap peristiwa dapat melahirkan cerita dengan karakter berbeda.