Scroll untuk baca artikel
NasionalPemerintah

Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan Forum Pemred Multimedia Award

14
×

Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan Forum Pemred Multimedia Award

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh M Nasir menerima penghargaan Forum Pemred Multimedia Award 2026 mewakili Gubernur Muzakir Manaf di Yogyakarta.

Pewarta Aceh | YOGYAKARTA – Pemerintah Aceh meraih tiga penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026. Forum menggelar malam penganugerahan di Hotel Alana, Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026). Penghargaan itu menyoroti komunikasi publik dan kemitraan dengan media. Pemerintah Aceh menerima apresiasi dalam rangka HUT ke-3 FPRMI.

Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia mengusung tema “Pers Kembali ke Rakyat”. Forum memberi apresiasi kepada pemerintah, lembaga, dan tokoh. Penilaian mencakup keterbukaan informasi serta komunikasi publik. Forum juga menilai hubungan antara pemerintah dan media.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima penghargaan Pena Emas FPRMI. Forum menempatkan Pena Emas sebagai penghargaan tertinggi organisasi tersebut. Mualem juga meraih predikat Gubernur Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi. Sekda Aceh M. Nasir menerima penghargaan Mitra Pers Terbaik 2026.

Pena Emas FPRMI menilai kepemimpinan, prestasi, dan komitmen penerimanya. Penilaian juga mencakup komunikasi publik yang terbuka dan akuntabel. Forum Pemred memberi penghargaan itu setiap tahun. Karena itu, forum menempatkan keterbukaan informasi sebagai salah satu perhatian utama.

Sekda Aceh Terima Penghargaan

M. Nasir menerima tiga penghargaan tersebut mewakili Pemerintah Aceh. Ia hadir bersama pemimpin redaksi media nasional dan sejumlah kepala daerah. Pejabat kementerian serta insan pers juga mengikuti malam penganugerahan. Kehadiran mereka memperkuat jejaring komunikasi lintas daerah.

Forum menilai Pemerintah Aceh memperkuat tata kelola komunikasi publik. Pemerintah juga membangun akses informasi pembangunan bagi masyarakat. Di samping itu, Aceh menjalin hubungan produktif dengan berbagai media. Upaya tersebut mendorong informasi yang responsif dan informatif.

Dalam sambutan, Nasir menyebut media sebagai mitra strategis pemerintah. Media membantu pemerintah mengawal pembangunan dan pelayanan masyarakat. Namun, kemitraan itu membutuhkan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai. Kedua pihak perlu mengutamakan kepentingan publik.

“Pemerintah Aceh menempatkan media massa sebagai mitra strategis pemerintah,” kata M. Nasir, Sekda Aceh. Ia mengajak insan pers memberi kritik konstruktif dan mengawal program pembangunan. Ia juga mendorong penyampaian informasi yang bertanggung jawab.

Dorong Pers Profesional dan Beretika

Nasir meminta media terus menjaga ketelitian dalam menyajikan informasi. Media perlu memverifikasi fakta dan menjunjung etika jurnalistik. Selain itu, media perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Langkah tersebut memperkuat demokrasi dan literasi publik.

“Media tidak hanya dituntut mampu menyampaikan fakta, tetapi juga harus cermat dalam melakukan verifikasi,” kata M. Nasir, Sekda Aceh. Ia menilai pers berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pers juga membantu masyarakat mengakses informasi yang akurat.

Nasir mengapresiasi seluruh jajaran Pemerintah Aceh atas kerja bersama mereka. Ia menyebut kolaborasi pemerintah dan media dapat memperkuat kepercayaan publik. Kerja sama itu juga membantu menangkal informasi menyesatkan. Karena itu, Pemerintah Aceh akan terus menjaga komunikasi dengan insan pers.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Aceh dan insan pers,” kata M. Nasir, Sekda Aceh. Ia menyebut pers telah menjadi mitra strategis dalam mengawal pembangunan daerah.