Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Empat pelajar Aceh meraih beasiswa kuliah di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Tiongkok. Pemerintah Aceh menyiapkan mereka untuk mendukung industri dan hilirisasi sumber daya alam. Para penerima beasiswa akan mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin di Morowali. Mereka dijadwalkan memulai perkuliahan pada September 2026.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyebut capaian itu sebagai investasi sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan global dapat memperluas kompetensi generasi muda Aceh. Pemerintah Aceh ingin para pelajar membawa ilmu tersebut kembali ke daerah. Dengan demikian, mereka dapat mengambil peran dalam pembangunan masa depan.
“Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh,” kata Fadhlullah, Wakil Gubernur Aceh. “Kami berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdikan ilmunya untuk daerah,” kata Fadhlullah, Wakil Gubernur Aceh.
Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh masuk dalam daftar penerima beasiswa. Maxalmina Mughayatsyah berasal dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Pidie Jaya. Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah menempuh pendidikan di SMKN 2 Banda Aceh. Keempatnya akan melanjutkan studi di Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok.
Sebelum berangkat, mereka akan belajar Bahasa Mandarin selama tiga bulan. Pelatihan berlangsung di Morowali, Sulawesi Tengah. Program itu memberi bekal bahasa bagi para pelajar sebelum kuliah. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan berangkat ke Tiongkok.
Disiapkan untuk Industri dan Hilirisasi
Fadhlullah menilai Aceh membutuhkan generasi dengan kompetensi global. Mereka juga perlu memahami kebutuhan industri yang terus berkembang. Selain itu, generasi muda harus siap mengelola sumber daya alam daerah. Pemerintah Aceh mendorong mereka mengambil peran dalam hilirisasi.
“Putra-putri Aceh jangan hanya menjadi penonton dalam proses hilirisasi,” kata Fadhlullah, Wakil Gubernur Aceh. “Mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan industri di daerah sendiri,” kata Fadhlullah, Wakil Gubernur Aceh.
Kepala BPSDM Aceh Marthunis, S.T., D.E.A., melepas keberangkatan para pelajar. Pelepasan berlangsung di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Agenda tersebut berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026. BPSDM Aceh mendampingi proses persiapan keberangkatan penerima beasiswa.
Marthunis meminta peserta memanfaatkan kesempatan pendidikan ini dengan serius. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Aceh dan Indonesia. Selanjutnya, para pelajar diharapkan membawa pulang ilmu serta pengalaman baru. Ilmu tersebut dapat mendukung pembangunan Aceh.
Program Beasiswa untuk SDM Aceh
Pemerintah Aceh menilai program beasiswa dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia. Program itu juga membuka akses pendidikan internasional bagi pelajar daerah. Karena itu, pemerintah berharap peserta tumbuh menjadi generasi unggul. Mereka diharapkan mampu mendorong industrialisasi Aceh.
Keberhasilan empat pelajar ini menambah perhatian terhadap pengembangan pendidikan Aceh. Pemerintah Aceh akan terus mengarahkan program pada kebutuhan pembangunan daerah. Pada akhirnya, hilirisasi membutuhkan tenaga terampil dan berwawasan global. Peran generasi muda menjadi bagian penting dari agenda tersebut.















