Scroll untuk baca artikel
Pemerintah

Mualem Apresiasi Prabowo Usai Resmikan Bendungan Keureuto dan Rukoh

39
×

Mualem Apresiasi Prabowo Usai Resmikan Bendungan Keureuto dan Rukoh

Sebarkan artikel ini

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas peresmian Bendungan Keureuto di Aceh Utara dan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie. Pemerintah Aceh menilai kedua bendungan itu berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan, penyediaan air, energi, dan pengendalian banjir di daerah.

Presiden Prabowo meresmikan Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh pada Jumat (10/7/2026). Ia memusatkan kegiatan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Pada saat yang sama, pemerintah juga meresmikan tiga bendungan lain melalui skema hybrid.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Dua bendungan itu sangat bermanfaat bagi Aceh,” kata Mualem, Sabtu (11/7/2026).

Selain Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh, pemerintah juga meresmikan Bendungan Jlantah di Jawa Tengah serta Bendungan Sidan di Bali. Pemerintah memasukkan seluruh proyek itu ke dalam program penguatan infrastruktur sumber daya air nasional.

Mewakili Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun mengikuti prosesi peresmian secara virtual dari lokasi Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh turut menghadiri kegiatan tersebut.

Perkuat Ketahanan Pangan dan Air

Nasir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, yang telah menyelesaikan pembangunan dua bendungan strategis tersebut.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum atas penyelesaian dua bendungan di Aceh,” kata Nasir.

Menurut dia, pemerintah mulai membangun Bendungan Keureuto pada 2015 dengan nilai kontrak sekitar Rp2,961 triliun. Pemerintah juga memulai pembangunan Bendungan Rukoh pada 2018 dengan nilai kontrak sekitar Rp1,7 triliun.

“Alhamdulillah sekarang sudah diresmikan Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Nasir menegaskan penyelesaian dua Proyek Strategis Nasional itu menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan energi, serta pengendalian daya rusak air di Aceh.

Layani Irigasi dan Kembangkan Energi Hijau

Bendungan Keureuto memiliki kapasitas tampung mencapai 215 juta meter kubik air. Infrastruktur tersebut melayani irigasi seluas 14.695 hektare.

Bendungan itu juga menyediakan air baku sebesar 650 liter per detik. Keureuto membantu mengendalikan banjir pada kawasan seluas 627 hektare.

“Manfaatnya, bendungan itu dapat melayani 14.695 hektar irigasi, penyediaan air baku 650 liter per detik, pengendalian banjir 627 hektar. Bahkan memiliki potensi pembangkit listrik PLTA 6,34 MW dan potensi PLTS terapung 179 MW sebagai energi baru terbarukan,” kata Nasir.

Bendungan Rukoh memiliki kapasitas tampung mencapai 128 juta meter kubik air. Bendungan itu melayani irigasi seluas 12.194 hektare di Daerah Irigasi Baro Raya.

Nasir menjelaskan Bendungan Rukoh juga menyediakan air baku sebesar 900 liter per detik untuk 20 kecamatan. Bendungan tersebut turut membantu mengendalikan banjir pada kawasan seluas 51 hektare.

“Bendungan Rukoh melayani irigasi 12.194 hektar di Daerah Irigasi Baro Raya, menyediakan air baku 900 liter per detik untuk 20 kecamatan, mengendalikan banjir 51 hektar, dan potensi pengembangan PLTMH 1,22 MW serta PLTS 137 MW,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kedua bendungan itu melayani irigasi seluas 26.889 hektare. Pemerintah Aceh meyakini pemanfaatan optimal bendungan akan memperkuat program swasembada pangan nasional.

Nasir menyebut optimalisasi dua bendungan itu berpotensi meningkatkan hasil pertanian hingga 384.660 ton per tahun. Pemerintah Aceh juga menargetkan penguatan ketahanan air masyarakat, pengembangan kawasan industri, pemanfaatan energi hijau, serta penurunan risiko banjir di berbagai wilayah Aceh.