Scroll untuk baca artikel
SabangUMKM

BBPOM Aceh dan Pemkot Sabang Perkuat Pengawasan Obat serta Daya Saing UMKM

35
×

BBPOM Aceh dan Pemkot Sabang Perkuat Pengawasan Obat serta Daya Saing UMKM

Sebarkan artikel ini
BBPOM Aceh dan Pemkot Sabang memperkuat sinergi pengawasan obat, makanan, dan pembinaan UMKM.

PewartaAceh | SABANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Sabang untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan sekaligus mendorong daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kedua instansi menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Pemerintah Kota Sabang, Rabu (2/7/2026).

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, memimpin rombongan dalam pertemuan tersebut. Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, mewakili Wali Kota Sabang dan menyambut rombongan bersama kepala organisasi perangkat daerah terkait.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Pertemuan itu memperkuat sinergi antarlembaga dalam pembinaan dan pengawasan obat serta makanan. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat.

Andri Nourman mengapresiasi komitmen BBPOM Aceh dalam melindungi masyarakat. Ia menilai setiap perangkat daerah harus mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya sehingga pengawasan berjalan lebih efektif.

“Pemerintah Kota Sabang mendukung penuh upaya pengawasan Obat dan Makanan yang dilakukan BBPOM Aceh. Sinergi lintas sektor sangat penting agar perlindungan masyarakat dapat berjalan secara optimal sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM yang menghasilkan produk berkualitas,” kata Andri Nourman, Sekretaris Daerah Kota Sabang.

Pendampingan UMKM Jadi Prioritas

BBPOM Aceh dan Pemerintah Kota Sabang membahas sejumlah agenda strategis. Tak hanya itu, kedua pihak juga menyusun langkah percepatan pendampingan bagi UMKM yang belum memiliki perizinan.

Mereka juga meningkatkan sosialisasi registrasi produk BPOM. Di sisi lain, kedua instansi menyiapkan dukungan bagi UMKM yang ingin menembus pasar ekspor.

BBPOM Aceh bersama Pemerintah Kota Sabang merancang layanan BPOM di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Sabang. Karena itu, pelaku usaha dapat mengurus perizinan dengan lebih mudah dan cepat.

Kedua pihak juga memperkuat koordinasi pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan demikian, kualitas dan keamanan pangan dalam program tersebut dapat terus terjaga.

Riyanto menegaskan sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pengawasan obat dan makanan. Selain itu, kolaborasi tersebut ikut meningkatkan daya saing produk lokal.

“Pengawasan Obat dan Makanan tidak dapat dilakukan oleh BPOM sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Di sisi lain, kami juga berkomitmen mendampingi pelaku UMKM untuk memenuhi persyaratan perizinan sehingga produknya memiliki daya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” kata Riyanto, Kepala BBPOM Aceh.

Dua UMKM Cokelat Kantongi Sertifikat CPPOB

Riyanto bersama Andri Nourman menyerahkan Sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB) kepada dua UMKM pengolah cokelat di Kota Sabang. Sertifikat itu membuktikan fasilitas produksi telah memenuhi standar CPPOB.

BBPOM Aceh terus mendampingi pelaku usaha mulai dari pembinaan hingga pemenuhan persyaratan teknis. Selanjutnya, lembaga itu membantu pelaku usaha memperoleh perizinan sesuai ketentuan.

BBPOM Aceh berharap semakin banyak UMKM Sabang menghasilkan produk yang aman dan berkualitas. Pada akhirnya, produk lokal dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.

BBPOM Aceh dan Pemerintah Kota Sabang berkomitmen memperkuat kolaborasi secara berkelanjutan. Alhasil, pengawasan obat dan makanan semakin efektif sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang sehat bagi masyarakat dan pelaku UMKM.