Scroll untuk baca artikel
Sabang

BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Perbatasan Sabang

31
×

BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Perbatasan Sabang

Sebarkan artikel ini
Kepala BBPOM Aceh Riyanto berkoordinasi dengan instansi lintas sektor di Sabang, Kamis (10/9/2026).

Pewarta Aceh | SABANG — BBPOM Aceh memperkuat pengawasan obat dan makanan di Sabang, Kamis (10/9/2026). Kepala BBPOM Aceh Riyanto memimpin koordinasi lintas instansi di wilayah perbatasan tersebut.

Dalam kegiatan itu, BBPOM Aceh menggandeng KPPBC Tipe Madya Pabean C Sabang. Tim juga berkoordinasi dengan BKK Kelas II Sabang dan BPKS.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Koordinasi tersebut membahas lalu lintas barang bawaan penumpang dan barang kiriman. Fokusnya mencakup produk obat dan makanan untuk kebutuhan pribadi.

Langkah itu penting untuk memastikan masyarakat menerima produk yang memenuhi ketentuan. Pengawasan juga mencakup aspek keamanan, mutu, dan manfaat produk.

Sinergi Lintas Instansi di Sabang

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Sabang, Kiagus Nurzaman Muhammad, menilai sinergi menjadi kunci pengawasan. Pertukaran informasi juga membantu petugas mendeteksi potensi pelanggaran lebih awal.

“Pengawasan di wilayah perbatasan membutuhkan koordinasi yang kuat antarinstansi. Pertukaran informasi dapat membantu mendeteksi barang yang tidak sesuai ketentuan lebih awal,” kata Kiagus.

Di sisi lain, Plt. Kepala BKK Kelas II Sabang, Khaidir, menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan. Menurutnya, aspek kesehatan perlu mendapat perhatian dalam pengawasan barang dan penumpang.

Baca Juga: BBPOM Aceh Dampingi UMKM Sabang Tembus Pasar Nasional Lewat IP CPPOB

“Sinergi antarinstansi sangat penting untuk memastikan pengawasan berjalan secara komprehensif. Koordinasi berkelanjutan membantu mengantisipasi risiko terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Khaidir.

Riyanto menyebut posisi Sabang memiliki arti penting dalam pengawasan perbatasan. Karena itu, BBPOM Aceh ingin memperkuat pengawasan sejak barang memasuki wilayah tersebut.

“Sabang memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan dan pintu masuk. Pengawasan lalu lintas obat dan makanan perlu dilakukan secara bersama-sama,” kata Riyanto.

Edukasi Masyarakat Ikut Diperkuat

BBPOM Aceh juga meningkatkan perhatian terhadap edukasi masyarakat. Warga perlu memahami aturan pemasukan obat dan makanan untuk kebutuhan pribadi.

Dengan pemahaman tersebut, masyarakat dapat lebih cermat membawa produk dari luar wilayah. Mereka juga dapat lebih berhati-hati saat menerima barang kiriman.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Sabang. Riyanto meninjau langsung layanan BBPOM Aceh di pusat pelayanan tersebut.

Pemantauan mencakup layanan informasi, konsultasi, serta perizinan obat dan makanan. BBPOM Aceh mengevaluasi kemudahan akses dan efektivitas layanan bagi masyarakat.

Layanan Publik BBPOM Aceh Dievaluasi

Riyanto mengatakan evaluasi perlu berjalan secara berkala. Menurutnya, masyarakat membutuhkan layanan yang mudah, cepat, transparan, dan responsif.

“Pelayanan publik harus terus dievaluasi dan ditingkatkan. Masyarakat berhak mendapatkan layanan yang mudah, cepat, transparan, dan responsif,” ujar Riyanto.

Pengawasan dan pelayanan publik memiliki fungsi yang saling mendukung. Pengawasan melindungi masyarakat, sedangkan layanan publik menyediakan informasi dan pendampingan.

Ke depan, BBPOM Aceh akan terus memperkuat koordinasi dengan Bea Cukai, BKK, BPKS, dan instansi terkait. Sinergi tersebut diharapkan membangun sistem pengawasan yang lebih terintegrasi.

Melalui penguatan pengawasan dan layanan, BBPOM Aceh ingin mendekatkan perlindungan kepada masyarakat. Upaya tersebut mencakup jalur masuk barang hingga ruang pelayanan publik di Sabang.