PewartaAceh | SABANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, Marlina Muzakir, menegaskan bahwa 10 Program Pokok PKK merupakan fondasi utama dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh kader di Aceh agar aktif menjalankan program tersebut demi penguatan unit keluarga sebagai elemen terkecil masyarakat.
Pesan ini ia sampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Sekretaris dan Dasawisma se-Aceh. Acara tersebut berlangsung khidmat di Aula Arpen Bungalow Iboih, Sabang, Minggu (10/5/2026) malam.
Fokus pada Kebutuhan Dasar dan Aksi Nyata
Perempuan yang akrab disapa Kak Na ini menjelaskan bahwa 10 Program Pokok PKK telah dirumuskan untuk menyentuh aspek fisik, mental, hingga sosial. Selain itu, ia mengingatkan para pengurus agar tidak hanya terjebak dalam aktivitas seremonial atau pelatihan semata.
“Program PKK sangat bersentuhan dengan kegiatan sosial masyarakat sehari-hari. Maka dari itu, para kader harus hadir secara nyata di tengah lingkungan mereka, bukan sekadar aktif saat ada kegiatan formal,” ujar Kak Na di hadapan para peserta.
Peran Strategis Sekretaris dan Kreativitas Ekonomi
Selanjutnya, Kak Na memberikan perhatian khusus pada peran Sekretaris PKK. Menurutnya, Sekretaris memiliki fungsi krusial untuk bekerja cepat dan mendukung penuh kinerja Ketua dalam menggerakkan roda organisasi. Tanpa dukungan tersebut, implementasi program di lapangan tidak akan berjalan maksimal.
Di samping itu, ia mendorong para kader untuk terus mengasah kreativitas dan inovasi, terutama dalam melihat peluang usaha ekonomi keluarga. Ia mencontohkan potensi Kota Sabang sebagai destinasi wisata internasional yang menawarkan banyak celah kreatif bagi pelaku usaha kecil.
“Banyak hal yang bisa ibu-ibu kreasikan untuk para pelancong yang datang ke sini. Oleh sebab itu, kreativitas menjadi kunci penting untuk membantu perekonomian keluarga kita,” tutur istri Gubernur Aceh tersebut.
Pengabdian Tanpa Pamrih untuk Kemajuan Aceh
Lebih lanjut, Kak Na menekankan bahwa kerja-kerja PKK adalah bentuk bakti sosial tanpa pamrih bagi kemajuan daerah. Ia mengajak seluruh elemen dalam 4 Kelompok Kerja (Pokja) PKK untuk saling mendukung tanpa ada tumpang tindih fungsi.
“Kerja kita memang tanpa bayaran, namun ini adalah bakti nyata untuk negeri dan Aceh tercinta. Dengan demikian, kebersamaan menjadi modal utama agar manfaat PKK benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” sambungnya menyemangati kader.
Menutup arahannya, Kak Na menyampaikan optimisme bahwa TP PKK Aceh akan semakin berdaya. Ia juga berpesan agar para peserta pelatihan menyerap ilmu secara maksimal untuk diaplikasikan di daerah masing-masing. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Sabang Nuri Zulkifli dan sejumlah pengurus teras PKK lainnya.





















