PewartaAceh | BANDUNG — Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA, menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Ir. H. T.A. Khalid, M.M. di Gedung Pascasarjana FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Sabtu, 27 Juni 2026. M. Nasir hadir mewakili Pemerintah Aceh karena pencapaian akademik ini layak mendapat dukungan langsung dari pemerintah daerah. Bahkan, sejumlah pejabat dari Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) turut mendampingi Sekda dalam momen bersejarah tersebut.
Disertasi Kaji ESG dan Peran Parlemen
T.A. Khalid mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh ESG Disclosure terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Peran Parlemen sebagai Variabel Mediasi.” Riset ini menggali hubungan antara penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan kinerja keuangan perusahaan. T.A. Khalid menempatkan parlemen sebagai variabel mediasi utama, sehingga kajiannya menawarkan perspektif yang jarang muncul dalam riset sejenis.
Topik ini relevan karena ESG kini menjadi standar global yang kian mendapat perhatian investor dan pembuat kebijakan. T.A. Khalid menghadirkan sudut pandang legislatif, terutama dalam mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab. Dengan pendekatan ini, risetnya membuka ruang diskusi baru tentang sinergi antara parlemen dan dunia usaha.
Pemerintah Aceh Bangga atas Prestasi Ini
Sekda M. Nasir menyampaikan ucapan selamat kepada T.A. Khalid karena berhasil meraih gelar doktor dari salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini membanggakan, bahkan menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda Aceh untuk terus meningkatkan kualitas diri. Meskipun perjalanan akademik itu panjang, T.A. Khalid membuktikan bahwa putra Aceh mampu bersaing di tingkat nasional.
Pemerintah Aceh berharap gelar doktor ini semakin memperkuat kontribusi T.A. Khalid dalam pembangunan daerah, terutama pada penguatan tata kelola pemerintahan dan dunia usaha. Dengan bekal akademik yang kuat, T.A. Khalid memiliki fondasi kokoh untuk melahirkan gagasan dan kebijakan yang mendorong Aceh tumbuh lebih berdaya saing. Harapannya, hasil riset ini juga memberi manfaat konkret bagi masyarakat Aceh secara berkelanjutan.















