Scroll untuk baca artikel
Banda AcehNews

SAKA POM Aceh Perkuat Sinergi Pramuka untuk Pengawasan Obat dan Makanan

62
×

SAKA POM Aceh Perkuat Sinergi Pramuka untuk Pengawasan Obat dan Makanan

Sebarkan artikel ini

PewartaAceh | BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh melalui Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) Aceh menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan, Evaluasi Kinerja, dan Konsolidasi Rencana Kerja Tahun 2026, Kamis (18/6/2026). Kegiatan berlangsung di Nagita Cafe, Banda Aceh. Forum ini bertujuan mengevaluasi program tiga tahun terakhir sekaligus menyusun arah kebijakan baru yang lebih efektif.

SAKA POM Aceh mengusung tema “Mewujudkan Sinergitas Pramuka Penegak dan Pandega Dalam Pengawasan Obat dan Makanan yang Berdaya Guna di Provinsi Aceh.” Tema tersebut menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat peran generasi muda di bidang keamanan obat dan makanan.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Panitia menghadirkan jajaran pimpinan SAKA POM, Majelis Pembimbing, Kwartir Daerah Aceh, serta perwakilan berbagai Satuan Karya Pramuka. Peserta berasal dari Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Dirgantara, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bakti Husada, dan Saka SAR Rintisan.

Forum tersebut juga mempererat kolaborasi lintas Saka. Para peserta membahas peluang kerja sama yang dapat mendukung edukasi keamanan obat dan makanan di Aceh.

Dorong Peran Generasi Muda

Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Daerah SAKA POM Aceh, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan obat dan makanan.

Menurutnya, SAKA POM memiliki peran strategis dalam membentuk kader muda yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat.

“Rakor ini kami jadikan sebagai rumah ide, tempat untuk mengevaluasi, menguatkan program, dan menyusun rencana kerja tahun 2026 yang tidak berjalan sendiri, tetapi berjalan bersama Kwarda Aceh dan seluruh Saka lainnya. Mari kita jadikan SAKA POM Aceh sebagai contoh kolaborasi lintas Saka yang paling solid di Indonesia, untuk Aceh yang lebih sehat dan Indonesia yang lebih hebat,” kata Riyanto, Ketua Mabida SAKA POM Aceh.

Perwakilan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh, T. Fahmi, turut mengapresiasi kontribusi SAKA POM Aceh. Ia menilai organisasi tersebut berhasil membina generasi muda melalui berbagai program edukasi yang bermanfaat.

T. Fahmi menyebut SAKA POM telah memberi kontribusi nyata dalam membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap kesehatan masyarakat. Ia juga menilai sinergi antara BPOM dan Gerakan Pramuka di Aceh berjalan dengan baik.

Fokus Kaderisasi dan Literasi Digital

Peserta rapat mengevaluasi berbagai program yang berlangsung sepanjang periode 2023 hingga 2025. Mereka menelaah pelaksanaan kegiatan krida, penguatan kaderisasi, serta kampanye edukasi keamanan obat dan makanan.

Peserta juga mengulas pelaksanaan Gerakan Cek KLIK dan berbagai inovasi berbasis kearifan lokal. Evaluasi tersebut membantu organisasi mengidentifikasi capaian sekaligus kendala yang masih perlu diperbaiki.

Dalam sesi diskusi, peserta membahas sejumlah tantangan. Mereka menyoroti regenerasi anggota, keterbatasan sarana pendukung, serta perluasan pembinaan di kabupaten dan kota.

Pimpinan SAKA POM Aceh, Endang Yuliawati, memaparkan hasil evaluasi dan arah tindak lanjut organisasi. Ia menjelaskan sejumlah prioritas program yang akan dijalankan pada 2026.

Program tersebut mencakup pelatihan instruktur muda, pelaksanaan SAKA POM Goes to School, pengembangan konten literasi digital kreatif, dan perluasan pembentukan SAKA POM di berbagai kwartir cabang di Aceh.

Melalui rapat koordinasi ini, SAKA POM Aceh berharap dapat memperkuat sinergi dengan Gerakan Pramuka dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sadar akan pentingnya keamanan obat dan makanan serta siap menjadi mitra strategis pembangunan kesehatan masyarakat di Aceh.