Scroll untuk baca artikel
PemerintahPidie

Sekda Aceh Hadiri Peresmian Bendungan Rukoh, Perkuat Ketahanan Pangan

58
×

Sekda Aceh Hadiri Peresmian Bendungan Rukoh, Perkuat Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh menghadiri peresmian Bendungan Rukoh di Pidie bersama Forkopimda Aceh, Jumat (10/7/2026).

PewartaAceh | PIDIE – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri peresmian Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Jumat (10/7/2026). Pada saat yang sama, Presiden Prabowo Subianto meresmikan bendungan tersebut secara virtual dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Melalui peresmian itu, pemerintah meluncurkan lima bendungan strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, menjamin ketersediaan air, serta mengendalikan banjir.

M. Nasir mengikuti rangkaian kegiatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dari kawasan Bendungan Rukoh. Di lokasi tersebut, mereka menyaksikan prosesi peresmian lima bendungan yang berlangsung secara serentak.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan strategis nasional sekaligus. Di Aceh, ia meresmikan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara. Sementara itu, Bendungan Sidan berada di Bali, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Dengan demikian, infrastruktur tersebut mendukung ketahanan pangan, menjamin ketersediaan air baku, mengurangi risiko banjir, sekaligus membuka peluang pengembangan energi baru terbarukan.

Lima Bendungan Perkuat Sektor Pertanian

Presiden menjelaskan, pemerintah membangun lima bendungan tersebut sepanjang 2015 hingga 2025. Selama periode itu, pemerintah mengalokasikan investasi sebesar Rp9,79 triliun.

Kelima bendungan itu mampu menyuplai air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik. Tak hanya itu, infrastruktur tersebut juga membantu mengurangi potensi banjir pada lahan seluas 932 hektare.

Pemerintah juga membangun jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer. Alhasil, jaringan tersebut akan mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.

Bagi Aceh, Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto memegang peran strategis. Karena itu, kedua bendungan tersebut memperkuat sistem irigasi, menyediakan air baku bagi masyarakat, mengurangi ancaman banjir, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan.

Pemerintah Aceh Siap Maksimalkan Manfaat Bendungan

Usai mengikuti peresmian, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan bahwa kehadiran Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto menjadi langkah penting bagi pembangunan sektor pertanian Aceh. Menurutnya, kedua bendungan tersebut juga mendukung program swasembada pangan nasional.

“Rampungnya Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto merupakan langkah penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat pembangunan sektor pertanian di Aceh,” kata M. Nasir.

Ia menegaskan Pemerintah Aceh siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan begitu, seluruh pihak dapat memaksimalkan manfaat kedua bendungan bagi masyarakat.

Menurut M. Nasir, keberadaan bendungan akan meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Pada akhirnya, infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting bagi pembangunan Aceh yang berkelanjutan.

Kegiatan itu juga dihadiri unsur Forkopimda Aceh, Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta para pemangku kepentingan lainnya. Mereka mengikuti peresmian Presiden dari kawasan Bendungan Rukoh sebagai bagian dari agenda nasional penguatan infrastruktur sumber daya air.