Scroll untuk baca artikel
Banda AcehHeadlinePemerintah

Ribuan Warga Hadiri Khanduri Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Mendagri dan Mensos Turut Serta

5
×

Ribuan Warga Hadiri Khanduri Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Mendagri dan Mensos Turut Serta

Sebarkan artikel ini
Foto: Humas Satpol PP Aceh

PewartaAceh | BANDA ACEH – Ribuan masyarakat memadati halaman Masjid Raya Baiturrahman (MRB) untuk mengikuti kegiatan Khanduri Nuzulul Qur’an sekaligus buka puasa bersama, Jumat (6/3/2026). Acara yang menjadi puncak penutupan Aceh Ramadhan Festival ini berlangsung khidmat dengan pengamanan ketat dari personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Aceh.

Kehadiran Tokoh Nasional dan Daerah

Kegiatan religi ini dihadiri oleh tokoh nasional, di antaranya Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Keduanya tampak berbaur dengan jajaran Pemerintah Aceh, termasuk Gubernur Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Fadhlullah, serta unsur Forkopimda Aceh dan para ulama.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Kepala Satpol PP dan WH Aceh, Reza Saputra, bersama jajaran SKPA terkait turun langsung ke lapangan untuk memastikan alur pergerakan ribuan massa tetap tertib. “Fokus kami adalah memastikan kenyamanan masyarakat dan tamu negara agar seluruh rangkaian ibadah berjalan kondusif,” ujar pihak Satpol PP-WH dalam keterangannya.

Tradisi Mempererat Ukhuwah

Pemerintah Aceh menyediakan sedikitnya 5.000 porsi makanan berbuka puasa yang merupakan kontribusi dari para pengusaha, SKPA, serta BUMD di Aceh. Gubernur Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, menyampaikan bahwa momentum ini merupakan sarana krusial untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat.

“Semoga bulan puasa ini menjadi momentum meningkatkan ukhuwah dan ketaatan seluruh elemen masyarakat di Aceh,” tutur Mualem.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur Fadhlullah menegaskan bahwa tradisi berbuka puasa di MRB pada setiap 17 Ramadhan adalah warisan budaya yang terus dijaga. Ia menyebut tradisi ini mempertegas jati diri Aceh sebagai Serambi Mekkah.

Apresiasi dari Mendagri

Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat Aceh. Menurutnya, Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar ikon daerah, melainkan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai sejarah luar biasa.

“Sangat bersyukur bisa kembali ke sini pada malam Nuzulul Qur’an. Ini adalah simbol kebersamaan yang sangat kuat,” kata Tito.

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Satpol PP dan WH Aceh melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan orang tersebut berlangsung aman, lancar, dan terkendali hingga akhir acara.