Scroll untuk baca artikel
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H - PT Midaya Network Group dan PewartaAceh.com
Banda Aceh

Meteran Air Warkop Chek Yukee Banda Aceh Dicuri, Pedagang Tepi Kali Resah

25
×

Meteran Air Warkop Chek Yukee Banda Aceh Dicuri, Pedagang Tepi Kali Resah

Sebarkan artikel ini
Kondisi instalasi air Warkop Chek Yukee usai meteran hilang diduga dicuri maling.

PewartaAceh | Banda Aceh – Aksi pencurian fasilitas usaha kembali meresahkan para pedagang di Kota Banda Aceh. Kali ini, maling nekat mengondol meteran air milik Warung Kopi (Warkop) Chek Yukee.

Peristiwa ini menimpa warkop di kawasan Jalan Pinggir Kali, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Pelaku melancarkan aksinya pada Rabu (3/6/2026) dini hari saat lokasi sekitar sedang sepi.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Karyawan warkop bernama Hafid pertama kali menyadari aksi kejahatan ini pada pagi hari. Pria yang akrab disapa Dekpit ini terkejut saat hendak membuka tempat usahanya tersebut.

Saat memeriksa area luar warung, ia melihat tempat meteran air sudah kosong. Maling juga menghancurkan pipa instalasi air bersih dalam aksi tersebut.

Pelaku memakai alat pemotong khusus untuk memutuskan jaringan pipa. Bekas patahan paksa terlihat jelas pada sambungan pipa yang tersisa di lokasi kejadian.

“Pagi saat membuka warung, meteran sudah tidak ada lagi,” kata Hafid, karyawan Warkop Chek Yukee.

Ia menambahkan bahwa yang tersisa hanya bekas potongan pipa. Kerusakan pada sambungan instalasi membuat pasokan air bersih ke warung kopi menjadi terganggu.

Pedagang Tepi Kali Minta Patroli Malam

Pencuri menduga material logam pada meteran air memiliki nilai jual tinggi. Pelaku memanfaatkan situasi lengang menjelang subuh untuk menghindari kecurigaan warga sekitar.

Akibat insiden ini, pemilik warkop menanggung sejumlah kerugian materiil. Korban harus mengeluarkan biaya ekstra untuk memperbaiki instalasi pipa dan mengurus pemasangan meteran baru.

Pihak korban berencana segera melaporkan kasus ini secara resmi kepada aparat kepolisian. Mereka berharap petugas dapat mengidentifikasi pelaku lewat penyelidikan lebih lanjut.

Kawasan Jalan Pinggir Kali memang rawan terhadap tindak kriminalitas. Para penjahat sebelumnya juga kerap membongkar beberapa kios pedagang di sekitar lokasi.

“Bukan sekali dua kali. Beberapa kios pedagang di sekitar sini juga pernah dibongkar,” ujar Hafid.

Para pelaku usaha kini mendesak kepolisian untuk meningkatkan patroli malam hari. Pedagang juga berencana memasang kamera CCTV guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.