Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Sebanyak 181 petani swadaya Aceh Timur mengikuti pelatihan budidaya kelapa sawit. Mereka mempelajari teknik pemupukan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman.
Pelatihan berlangsung pada 7–12 September 2026 di Banda Aceh. Peserta mengikuti kegiatan di Hotel Mekkah dan Hotel Grand Nanggroe.
Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur turut mendukung kegiatan tersebut.
BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian juga terlibat. Best Planter Indonesia (BPI) Bogor bertindak sebagai penyelenggara pelatihan.
Petani Pelajari Prinsip Pemupukan
Para peserta mempelajari pemupukan sebagai bagian dari budidaya sawit. Materi mencakup kebutuhan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.
Petani juga mengenali tanda kekurangan unsur hara pada tanaman. Mereka mempelajari jenis pupuk, kandungan, serta fungsi setiap pupuk.
Baca Juga: Plt Sekda Aceh Bahas Pengembangan dan Pemanfaatan Lahan KEK Arun
Materi pelatihan juga mengenalkan prinsip 5T dalam pemupukan. Prinsip tersebut mencakup tepat jenis, dosis, cara, waktu, dan sasaran.
Peserta juga belajar menyusun rencana pemupukan berdasarkan umur tanaman. Materi lainnya membahas pengelolaan kesehatan tanah menggunakan bahan organik.
Pelatihan Tidak Hanya Berlangsung di Kelas
Pelatihan juga mengajak peserta mengikuti praktik lapangan. Peserta mengunjungi PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) di Teunom, Aceh Jaya, pada 10 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, petani mempelajari penerapan pemupukan di kebun sawit. Mereka juga melihat langsung berbagai aspek teknis budidaya tanaman.
Pemupukan membantu tanaman memperoleh unsur hara sesuai kebutuhannya. Unsur tersebut mendukung pertumbuhan akar, batang, daun, bunga, dan buah.
Pemupukan juga menggantikan unsur hara yang terbawa bersama hasil panen. Pengelolaan yang tepat turut membantu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Dorong Petani Menerapkan Ilmu di Kebun
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, meminta peserta memanfaatkan pelatihan secara optimal. Ia berharap pengetahuan tersebut memberi manfaat nyata bagi petani.
Azanuddin juga mendorong peserta menerapkan ilmu di kebun masing-masing. Petani diharapkan turut membagikan pengetahuan kepada petani lainnya.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari Program Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit. Program itu mendukung pengembangan sumber daya manusia sektor perkebunan.
Bagi petani, pemupukan tidak cukup hanya mengandalkan jumlah pupuk. Mereka perlu mempertimbangkan jenis, dosis, waktu, cara aplikasi, kondisi tanah, dan umur tanaman.















