Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Potensi Transaksi Rp1,079 Triliun

37
×

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Potensi Transaksi Rp1,079 Triliun

Sebarkan artikel ini
Wagub Aceh Fadhlullah dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri misi dagang Aceh-Jatim di Banda Aceh.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Misi dagang dan investasi Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat potensi transaksi Rp1,079 triliun. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menghadiri kegiatan tersebut di Hotel Amel, Banda Aceh, Senin (19/10/2026). Pertemuan ini mempertemukan 149 pelaku usaha untuk memperluas pasar komoditas unggulan dan menjajaki kerja sama pariwisata.

Dek Fadh berharap pertemuan bisnis tersebut menghasilkan kemitraan jangka panjang. Ia juga mendorong kedua provinsi memperluas kolaborasi ke sektor pariwisata.

PENYALUR PERLENGKAPAN OUTBOUND & ADVENTURE EQUIPMENT

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke bidang lain, terutama pariwisata,” kata Dek Fadh.

Menurut Dek Fadh, kerja sama antardaerah dapat membuka akses pasar yang lebih luas. Ia menilai komoditas unggulan Aceh, seperti kopi Gayo dan nilam, memiliki peluang menembus pasar internasional.

Aceh-Jatim Perkuat Perdagangan dan Investasi

Dek Fadh juga menyoroti posisi strategis Aceh dalam sejarah perdagangan internasional. Ia berharap kolaborasi investasi mampu memperkuat kembali peran tersebut.

Di tengah upaya memperluas perdagangan, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan pemulihan pascabencana. Dek Fadh menyebut pembangunan terus berjalan meski kondisi ekonomi bergerak lambat.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir pada akhir tahun. Dalam kesempatan itu, Dek Fadh mengapresiasi Jawa Timur yang termasuk provinsi awal dalam menyalurkan bantuan bagi masyarakat Aceh saat bencana.

Baca Juga: Plt Sekda Aceh Buka SYAFIF, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya konektivitas ekonomi antardaerah. Menurutnya, misi dagang dapat memperkuat hubungan bisnis dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mudah-mudahan kesepakatan bersama ini bisa ditindaklanjuti secara efektif karena setiap melakukan misi dagang, kami ingin bisa maju bersama,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh. Ia turut menyoroti peran historis masyarakat Aceh dan perjuangan Laksamana Malahayati dalam mempertahankan tanah air.

Libatkan 149 Pelaku Usaha dari Dua Provinsi

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menjelaskan komposisi peserta dalam kegiatan tersebut. Misi dagang ke-27 ini melibatkan 109 pelaku usaha Aceh dan 40 pelaku usaha Jawa Timur.

Pertemuan bisnis tersebut menyasar berbagai sektor yang memiliki potensi saling melengkapi. Bidang yang menjadi sasaran mencakup pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, dan fesyen.

Kegiatan ini juga menghasilkan penandatanganan kerja sama antardinas terkait. Para pihak turut menyepakati agenda perdagangan yang melibatkan Kadin, IWAPI, HIPMI, Gekrafs, serta pelaku usaha kedua provinsi.

Perluas Pasar Produk Unggulan Aceh

Potensi transaksi Rp1,079 triliun menjadi salah satu capaian utama misi dagang tersebut. Namun, tindak lanjut kesepakatan tetap menentukan realisasi perdagangan dan manfaat ekonominya.

Aceh memiliki peluang memperluas distribusi kopi Gayo, nilam, serta produk unggulan lainnya melalui jaringan usaha Jawa Timur. Kemitraan lintas provinsi juga dapat membuka ruang investasi dan pengembangan destinasi wisata.

Pemerintah dan pelaku usaha kedua daerah diharapkan menjaga kesinambungan kerja sama. Langkah tersebut penting untuk memperluas akses pasar, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.