PewartaAceh | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh menggelar Pasar Murah serentak di 23 kabupaten dan kota, Kamis (21/5/2026). Langkah taktis ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan. Selain itu, program ini juga mendongkrak daya beli warga dan menekan inflasi daerah.
Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, menegaskan hal tersebut di Banda Aceh. Saat itu, ia sedang meninjau Pasar Murah di halaman Masjid Jami’ Lueng Bata.
“Pemerintah Aceh meluncurkan Pasar Murah demi menjaga stabilitas harga. Langkah ini juga menaikkan daya beli masyarakat. Kita bisa menekan laju inflasi jika mengendalikan dua faktor ini,” ujar perempuan yang akrab dengan sapaan Kak Na tersebut.
Kak Na mengungkapkan bahwa harga kebutuhan pokok biasanya melonjak menjelang hari raya keagamaan. Contohnya seperti menjelang Idulfitri dan Iduladha. Kenaikan harga ini terjadi karena keterbatasan stok barang, sementara permintaan masyarakat sedang tinggi.
“Warga menyambut gembira program ini. Mereka bisa memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga murah. Harganya jauh di bawah harga pasar,” tambah istri Penjabat Gubernur Aceh tersebut.
Pada kesempatan sama, Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, memberikan penjelasan tambahan. Pihaknya menggandeng Perum Bulog Divre Aceh untuk menyediakan komoditas pangan. Pasar murah ini menyediakan pasokan beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam.
“Warga cukup membayar Rp203 ribu untuk mendapatkan satu paket sembako. Paket tersebut berisi 10 kilogram beras premium. Ada juga 2 kilogram gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan satu papan telur ayam,” kata Darma merinci isi paket.
Pantau Antrean Warga
Usai memantau situasi di Lueng Bata, Kak Na bergerak menuju lokasi kedua. Ia bersama Kepala Disperindag Aceh menuju Kantor Camat Peukan Bada, Aceh Besar.
Ketua TP PKK Aceh Besar, Rita Maya Sari, mendampingi langsung kunjungan kerja tersebut. Di lokasi ini, Kak Na melihat langsung alur distribusi sembako. Ia juga menyapa ramah warga yang sedang mengantre.















