Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah

38
×

Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah

Sebarkan artikel ini
Muhammad Nasir ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah periode 2026–2030.

PewartaAceh | BANDA ACEH – Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, resmi menjabat Komisaris Utama PT Bank Aceh Syariah periode 2026–2030. Penetapan itu berlangsung dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (23/6/2026).

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, selaku Pemegang Saham Pengendali memimpin rapat tersebut. Para pemegang saham kemudian menyetujui keputusan itu secara bersama-sama.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Muhammad Nasir akan menjalankan tugas pengawasan strategis selama empat tahun ke depan. Penetapan tersebut sekaligus melengkapi struktur pengurus baru Bank Aceh Syariah.

Muzakir Manaf menjelaskan proses penetapan pengurus telah memenuhi ketentuan regulator. Karena itu, susunan komisaris dan direksi baru dapat segera menjalankan tugasnya.

“Keputusan penetapan jajaran komisaris dan direksi Bank Aceh Syariah telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan,” kata Muzakir Manaf.

RUPSLB Lengkapi Susunan Pengurus

Selain menetapkan Muhammad Nasir, rapat juga menyetujui Faisal sebagai Komisaris Independen. Dengan demikian, fungsi pengawasan independen akan semakin kuat.

Rapat tersebut juga menunjuk Erwin Konadi sebagai Direktur Bisnis Bank Aceh Syariah. Penunjukan itu melengkapi jajaran direksi periode 2026–2030.

Jajaran direksi Bank Aceh Syariah turut menghadiri agenda tersebut. Di sisi lain, Dewan Pengawas Syariah dan para pemegang saham dari seluruh Aceh juga mengikuti rapat.

RUPSLB menjadi forum penting bagi pengambilan keputusan perusahaan. Melalui forum itu, pemegang saham menentukan arah kebijakan strategis bank.

Dorong Kinerja dan Pertumbuhan Bank

Mualem berharap jajaran baru mampu memperkuat tata kelola perusahaan. Dengan tata kelola yang baik, bank dapat meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.

Pemerintah Aceh juga menaruh harapan besar terhadap Bank Aceh Syariah. Pasalnya, bank daerah tersebut memegang peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Di samping itu, Bank Aceh Syariah diharapkan terus menghadirkan inovasi layanan. Langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan nasabah.

Mualem menegaskan pengurus baru harus bekerja secara profesional dan akuntabel. Karena itu, seluruh jajaran perlu fokus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja perusahaan.

Pada akhirnya, susunan pengurus baru diharapkan mampu membawa Bank Aceh Syariah tumbuh lebih sehat. Bank juga diharapkan memberi kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Aceh selama periode 2026–2030.