Pewarta Aceh | BANDA ACEH – BBPOM Aceh memperkuat pembinaan pelaku usaha pangan olahan melalui audit dan pendampingan CPPOB. Kegiatan berlangsung Senin, 24 Agustus 2026, di sejumlah sarana produksi pangan. Langkah ini mendukung pemenuhan IP CPPOB bagi pelaku usaha di Aceh.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan audit pada sarana produksi Bumbu Masak Meurasa. Petugas BBPOM Aceh memeriksa penerapan berbagai aspek CPPOB. Pemeriksaan mencakup higiene, sanitasi, bangunan, fasilitas, dan proses produksi.
Pemilik usaha turut mendampingi proses audit tersebut. Keterlibatan langsung itu membantu pelaku usaha memahami hasil evaluasi. Pelaku usaha juga dapat segera memperbaiki aspek yang masih perlu ditingkatkan.
BBPOM Aceh Tekankan Pentingnya CPPOB
Ketua Tim Sertifikasi BBPOM Aceh, Muhibuddin, menjelaskan pentingnya penerapan CPPOB. Menurutnya, pelaku usaha tidak boleh melihat CPPOB sekadar sebagai syarat perizinan.
“Penerapan CPPOB merupakan bagian penting dalam memastikan setiap tahapan produksi pangan berjalan secara higienis dan terkendali,” ujar Muhibuddin.
Ia mengatakan audit dan pendampingan membantu pelaku usaha memahami standar produksi. Pelaku usaha juga dapat mengetahui bagian yang perlu mereka perbaiki. Mereka kemudian dapat menerapkan perbaikan tersebut secara konsisten.
Baca Juga: BBPOM dan Labkesmas Aceh Perkuat Skrining Kanker Leher Rahim
Pendampingan Langsung Sasar Produsen Sambal
Pada siang hari, tim BBPOM Aceh melanjutkan kegiatan ke PT Rayeuk Aceh Utama. Perusahaan tersebut memproduksi Sambal Ijo. Petugas memberikan pendampingan langsung terkait penerapan persyaratan CPPOB.
Petugas berdiskusi bersama pemilik usaha selama proses pendampingan. Mereka memberikan arahan mengenai berbagai aspek dalam proses produksi. Petugas juga mendorong pelaku usaha melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Muhibuddin menilai pendampingan langsung membantu membangun pemahaman pelaku usaha. Pendekatan tersebut juga mendorong penerapan standar keamanan pangan secara konsisten.
“Kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga hadir untuk mendampingi pelaku usaha,” tambah Muhibuddin.
Ia berharap pelaku usaha menjadikan setiap perbaikan sebagai budaya produksi. Dengan begitu, pelaku usaha dapat menjaga keamanan dan mutu pangan. Pengawasan mutu juga dapat berjalan sejak produksi hingga produk siap dipasarkan.
Melalui kegiatan tersebut, BBPOM Aceh terus mendorong kepatuhan pelaku usaha. Pembinaan ini juga mendukung pengembangan produk pangan lokal di Aceh. Pelaku usaha diharapkan mampu memenuhi standar keamanan, mutu, dan regulasi.















