Scroll untuk baca artikel
Ekonomi & BisnisPemerintah

Cokbang Jadi Ikon Baru Sabang, Kak Na Sebut Bukti Aceh Mampu Mandiri di Sektor Industri Hulu-Hilir

3
×

Cokbang Jadi Ikon Baru Sabang, Kak Na Sebut Bukti Aceh Mampu Mandiri di Sektor Industri Hulu-Hilir

Sebarkan artikel ini

PewartaAceh | SABANG – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran gerai Cokbang di Kota Wisata Sabang. Ia menilai produk cokelat lokal hasil kreasi Koperasi Produsen Kakao Jaya Mandiri tersebut sebagai bukti nyata kemandirian Aceh. Oleh karena itu, Cokbang menjadi contoh sukses pengelolaan industri mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Perempuan yang akrab disapa Kak Na ini menyampaikan pujian tersebut usai mengunjungi gerai Cokbang di Gampong Aneuk Laot, Senin (11/5/2026) sore. Selain itu, ia berdialog langsung dengan pengelola untuk memahami siklus produksi cokelat yang kini menjadi primadona baru di Pulau Weh.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Inovasi Produk dari Kebun hingga Produk Turunan

“Cokbang sangat keren! Koperasi ini mengelola semuanya secara mandiri, mulai dari merawat kebun kakao, memanen, hingga menghasilkan cokelat berkualitas tinggi,” ujar Kak Na. Maka dari itu, ia merekomendasikan Cokbang sebagai alternatif terbaik bagi wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Sabang.

Lebih lanjut, Kak Na menyoroti beragam produk turunan yang mereka hasilkan. Selain cokelat batangan dan bubuk, koperasi tersebut juga mengolah kulit kakao menjadi minuman herbal seduh. Bahkan, minuman ini mengandung antioksidan tinggi yang mampu menghambat penuaan dini atau anti-aging.

“Belum ke Sabang kalau belum ke Cokbang. Harganya murah, lezat, dan menyehatkan. Kami mengajak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mencicipi keunikan rasa cokelat asli Sabang ini,” ajaknya saat berpromosi.

Karakteristik Biji Kakao Sabang yang Unik

Kepala Produksi Cokbang, Melan Deta Diansyah, menjelaskan bahwa keunggulan produk mereka terletak pada bahan baku utama, yaitu biji kakao Sabang. Menurutnya, biji kakao lokal memiliki karakteristik kadar lemak rendah, yakni hanya 1,6 persen. Hal ini membuat cokelat Cokbang lebih tahan lama dan memiliki cita rasa yang berbeda dibanding daerah lain.

“Wisatawan Malaysia sangat menggemari produk kami. Disamping itu, masyarakat lokal juga memberikan respons yang sangat positif,” ungkap Melan. Meskipun demikian, pihak koperasi terus berkomitmen membina petani lokal agar kualitas bahan baku tetap terjaga. Saat ini, Cokbang telah memiliki 17 varian produk turunan yang siap memanjakan lidah pelanggan.

Potensi Agrowisata Salak di Gampong Balohan

Setelah mengunjungi gerai Cokbang, Kak Na beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke perkebunan salak milik Taha di Gampong Balohan. Di lahan seluas 300 meter persegi tersebut, Kak Na melihat langsung teknik perkawinan bunga salak secara manual.

“Petani salak ini orangnya sangat rajin karena mereka harus berkeliling setiap hari untuk proses penyerbukan,” canda Kak Na. Selanjutnya, ia juga mempromosikan salak Sabang yang terkenal manis dengan harga terjangkau, yakni Rp25.000 per kilogram. Dengan demikian, sektor agrowisata Sabang semakin lengkap dengan kehadiran produk cokelat dan buah-buahan lokal yang unggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *