Scroll untuk baca artikel
Banda Aceh

BBPOM Aceh Perkuat Pengawalan Desa dan Pasar Pangan Aman

52
×

BBPOM Aceh Perkuat Pengawalan Desa dan Pasar Pangan Aman

Sebarkan artikel ini
Peserta mengikuti kegiatan Pengawalan Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Kantor BBPOM Aceh, Rabu (26/8/2026).

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menggelar kegiatan Pengawalan Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Kantor BBPOM Aceh, Rabu (26/8/2026). Sebanyak 30 peserta dari berbagai unsur mengikuti kegiatan ini. Mereka berperan langsung dalam pengawasan dan pembinaan keamanan pangan di masyarakat.

Kegiatan ini mengawal keberlanjutan desa dan pasar yang sebelumnya telah menerima intervensi keamanan pangan. Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Aceh, Marina Kaptriyani, membuka acara mewakili Kepala BBPOM Aceh, Riyanto. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pihak hingga tingkat gampong.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Keamanan pangan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab BBPOM atau pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dan peran aktif masyarakat agar pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Marina Kaptriyani, Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Aceh.

Marina berharap budaya pangan aman dapat tumbuh dan menjadi bagian keseharian masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan program menentukan dampak jangka panjang dari setiap intervensi yang telah dilakukan. Oleh sebab itu, tim BBPOM akan terus menjalankan monitoring, evaluasi, edukasi, dan pendampingan secara berkala.

Penguatan Materi dan Evaluasi Program

Peserta menerima penguatan materi mengenai Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) dan Desa Pangan Aman. Selain itu, mereka juga mempelajari ciri-ciri pangan berbahaya serta penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan. Setelah pemaparan materi, seluruh peserta melanjutkan sesi monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan.

Diskusi bersama turut mengiringi sesi evaluasi tersebut. Melalui diskusi ini, tim BBPOM mengukur sejauh mana masyarakat menerapkan pengetahuan dan praktik keamanan pangan. Sesi ini juga membantu tim mengidentifikasi aspek yang masih memerlukan penguatan lanjutan.

Apresiasi dari Pemerintah dan Masyarakat

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengapresiasi konsistensi BBPOM Aceh dalam mendampingi masyarakat hingga tingkat gampong. Menurutnya, pendampingan semacam ini penting agar keamanan pangan berkembang menjadi kebiasaan, bukan sekadar program.

“Kami mengapresiasi komitmen BBPOM Aceh dalam terus mendampingi masyarakat dan pemerintah gampong. Edukasi serta pengawalan seperti ini sangat penting agar keamanan pangan tidak berhenti sebagai program,” ungkap Ritasari Pujiastuti, Kepala DPMG Kota Banda Aceh.

Keuchik Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, M. Nasirullah, turut menyampaikan apresiasi serupa. Ia menilai keterlibatan masyarakat dan perangkat gampong menjadi kunci utama menjaga keamanan pangan di lingkungan desa. Program ini, menurutnya, membekali kader dan pelaku usaha dengan pengetahuan praktis.

“Kami sangat mengapresiasi pendampingan dari BBPOM Aceh. Kehadiran program ini memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat, terutama kader dan pelaku usaha,” ujar M. Nasirullah, Keuchik Gampong Alue Naga.

Kolaborasi antara BBPOM Aceh, pemerintah daerah, pemerintah gampong, pengelola pasar, kader, serta masyarakat menjadi fondasi utama program ini. Melalui sinergi tersebut, ekosistem pangan aman diharapkan terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi kesehatan masyarakat. BBPOM Aceh berkomitmen menghadirkan edukasi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan ke depan.