PewartaAceh | ACEH BESAR — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, masyarakat Gampong Jruek Bak Kreh, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar mengadakan aksi sosial. Dalam hal ini, warga menggelar kegiatan gotong royong massal secara bersama-sama pada Minggu (24/5/2026).
Sejak pagi hari, warga desa tampak sangat antusias turun langsung ke lapangan. Mereka bersama-sama membersihkan jalan utama desa, saluran air, fasilitas umum, hingga pekarangan rumah. Sambil membawa alat kebersihan seadanya, masyarakat bekerja bahu-membahu demi menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan asri menjelang hari raya kurban.
Kekompakan Pemuda dan Warga Desa
Suasana penuh kekompakan terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Sebagai contoh, para pemuda berfokus membersihkan semak belukar di pinggir jalan utama. Sementara itu, warga lainnya bertugas memangkas dahan pohon dan mengeruk saluran air. Alhasil, lingkungan desa kini menjadi lebih tertata rapi dan bebas dari tumpukan sampah.
Geuchik Gampong Jruek Bak Kreh, Muhammad Adami, menjelaskan bahwa agenda ini memiliki tujuan ganda. Sebab, kegiatan tersebut bukan sekadar untuk membersihkan lingkungan fisik semata. Namun, momen ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat tali silaturahmi serta menjaga budaya kebersamaan antarwarga gampong.
“Gotong royong adalah kekuatan utama untuk membangun kebersamaan masyarakat di tingkat gampong,” ujar Muhammad Adami kepada media di sela-sela kegiatan.
Komitmen Aparatur Jaga Warisan Budaya
Menurutnya, sejak resmi dilantik sebagai Geuchik pada November 2025 lalu, ia terus membuat terobosan baru. Ia bersama seluruh aparatur desa berkomitmen untuk selalu melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial. Tidak hanya itu, pelibatan aktif warga juga mencakup sektor pembangunan lingkungan secara swadaya.
Oleh karena itu, Adami berharap besar agar budaya gotong royong ini tidak luntur tergerus zaman. Sebab, tradisi ini merupakan warisan luhur masyarakat Aceh yang sarat dengan nilai persaudaraan dan kebersamaan sejati.
Secara keseluruhan, aksi bersih-bersih ini melibatkan unsur aparatur gampong, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, hingga warga setempat. Meskipun cuaca di lokasi cukup terik di bawah sengatan matahari, masyarakat tetap mempertahankan semangat mereka hingga seluruh rangkaian gotong royong selesai dilaksanakan. [Zulfikar]















