PewartaAceh | BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mendorong Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Aceh untuk terus memperkuat budaya olahraga di tengah warga. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan masyarakat Aceh yang sehat, aktif, dan produktif. M. Nasir menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KORMI Aceh Tahun 2026 di Hotel Ayani, Banda Aceh, pada Minggu (17/5/2026).
Konsolidasi Organisasi Menuju Indonesia Bugar
Ketua Umum KORMI Nasional, Adil Hakim, membuka secara resmi kegiatan tahunan tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus KORMI Aceh, pengurus KORMI kabupaten/kota, serta perwakilan induk organisasi olahraga (INORGA) se-Aceh.
Dalam sambutannya, M. Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KORMI Aceh memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pengurus. Ia memuji kontribusi aktif KORMI dan INORGA dalam membangun kebiasaan berolahraga di lingkungan warga. Oleh karena itu, ia menilai Rakerprov kali ini menjadi momentum emas untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi. KORMI harus mampu merumuskan berbagai program kerja baru yang adaptif dengan kebutuhan zaman.
Selanjutnya, Sekda menjelaskan bahwa KORMI memegang peran yang sangat strategis. Lembaga ini mendukung penuh amanat Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional. Regulasi tersebut menargetkan visi besar “Indonesia Bugar” pada tahun 2045 mendatang. Oleh sebab itu, gerakan olahraga masyarakat wajib terus bergulir secara masif agar partisipasi warga semakin meningkat.
Ancaman Penyakit Akibat Pola Hidup Sedentari
Namun demikian, M. Nasir mengingatkan semua pihak mengenai tantangan gaya hidup modern saat ini. Kemajuan teknologi sering kali membuat masyarakat terjebak dalam pola hidup sedentari atau kurang bergerak. Berdasarkan data Riskesdas Tahun 2023, hanya sekitar 32,8 persen masyarakat Indonesia yang rutin berolahraga setiap hari. Sementara itu, sisanya masih menjalani aktivitas harian yang pasif.
Akibatnya, kondisi tersebut memicu peningkatan kasus penyakit degeneratif di tengah masyarakat. Penyakit-penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas kini makin mengancam usia produktif.
Oleh karena itu, M. Nasir menegaskan bahwa olahraga masyarakat harus menjadi sebuah gerakan sosial yang inklusif. Semua lapisan warga harus bisa menjangkau aktivitas fisik ini dengan mudah. Gerakan sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, senam bersama, ataupun memainkan olahraga tradisional terbukti membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh jika warga melakukannya secara konsisten.
Aceh Raih Prestasi Indeks Pembangunan Olahraga
Kemudian, pada akhir arahannya, Sekda membagikan kabar baik terkait pencapaian daerah. Provinsi Aceh saat ini berhasil menempati posisi kedua secara nasional dalam Indeks Pembangunan Olahraga Tahun 2024. Aceh sukses mengamankan peringkat tersebut dengan raihan skor sebesar 0,464.
Pihak pemerintah berharap capaian positif ini mampu menjadi suntikan motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, semua pihak harus memperkuat kolaborasi demi membudayakan olahraga masyarakat di Tanah Rencong secara lebih luas dan berkelanjutan.















