Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Plt. Sekda Aceh Perkuat Sinergi dengan BMKG untuk Kesiapsiagaan Bencana

58
×

Plt. Sekda Aceh Perkuat Sinergi dengan BMKG untuk Kesiapsiagaan Bencana

Sebarkan artikel ini
Plt. Sekda Aceh Taufik menerima audiensi jajaran BMKG di Ruang Kerja Sekda Aceh, Banda Aceh, Senin (28/9/2026).

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Plt. Sekda Aceh Perkuat Sinergi dengan BMKG untuk Kesiapsiagaan Bencana

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, S.T., M.Si., menerima jajaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (28/9/2026). Audiensi berlangsung di Ruang Kerja Sekda Aceh, Banda Aceh. Pertemuan ini membahas penguatan informasi cuaca, iklim, dan kebencanaan. Informasi tersebut mendukung kesiapsiagaan Pemerintah Aceh dan masyarakat.

PENYALUR PERLENGKAPAN OUTBOUND & ADVENTURE EQUIPMENT

Kolaborasi Informasi Cuaca dan Bencana

Taufik menegaskan kolaborasi dengan BMKG perlu terus diperkuat. Informasi perkembangan cuaca dan potensi bencana menjadi dasar langkah antisipasi. Masyarakat membutuhkannya untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: Wagub Dek Fadh Hadiri Muzakarah Ulama Aceh ke-15 di Aceh Timur

“Informasi seperti ini sangat penting, terutama bagi masyarakat. Kami juga terus memberikan informasi kesiapsiagaan kepada kabupaten/kota karena ini merupakan bagian dari tugas kita. Untuk itu, kami membutuhkan saran dan masukan dari pihak-pihak terkait,” kata Taufik, Plt. Sekda Aceh.

BMKG Paparkan Kondisi Cuaca Aceh

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Cucu Kusmanyancu, memaparkan perkembangan cuaca Aceh ke depan. Ia juga menjabat Koordinator UPT BMKG Provinsi Aceh. Menurutnya, Aceh berpotensi memasuki musim hujan.

Cucu mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh yang menerbitkan surat kesiapsiagaan untuk tiga bulan ke depan. Surat itu membantu mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

Program Penguatan Sistem Pengamatan

BMKG turut memaparkan sejumlah program penguatan sistem pengamatan dan kesiapsiagaan bencana di Aceh. Salah satunya peresmian High Frequency (HF) Radar. Alat ini mengamati tinggi gelombang, arus, angin, dan potensi tsunami di Selat Sabang.

BMKG juga membangun radar cuaca beserta peralatan pendukung lainnya. Pembangunan ini menjadi bagian program prioritas nasional untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 2025.

BMKG merencanakan Sekolah Lapang Gabungan di lima lokasi. Programnya meliputi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), Sekolah Lapang Iklim (SLI), serta Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG). Program ini diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat. Kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana cuaca, iklim, gempabumi, dan tsunami pun meningkat.