Scroll untuk baca artikel
Aceh Utara

Koperasi Berkat Bunga Damai Jadi Lokasi Praktik Pelatihan Sawit yang diselenggarakan BPI dan BPDP

104
×

Koperasi Berkat Bunga Damai Jadi Lokasi Praktik Pelatihan Sawit yang diselenggarakan BPI dan BPDP

Sebarkan artikel ini
Peserta pelatihan mempraktikkan pengamatan kondisi tanaman sawit di Koperasi Berkat Bunga Damai, Aceh Utara.

Pewarta Aceh | ACEH UTARA — Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai menjadi lokasi kunjungan lapang pelatihan budidaya kelapa sawit. Kegiatan berlangsung pada 5 September 2026 di Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara.

Pelatihan tersebut diselenggarakan melalui BPI dan BPDP. Peserta mempelajari teknik budidaya langsung dari kondisi kebun. Mereka juga berdiskusi tentang pengelolaan koperasi dan sertifikasi perkebunan.

PENYALUR PERLENGKAPAN OUTBOUND & ADVENTURE EQUIPMENT

Rombongan berangkat dari hotel di Kota Lhokseumawe sekitar pukul 07.30 WIB. Peserta menempuh perjalanan sekitar dua jam menggunakan bus. Ketua koperasi, Abu Bakar AR, menyambut rombongan bersama timnya.

Peserta Belajar Menilai Kondisi Tanaman

Peserta kemudian terbagi dalam enam kelompok sesuai kelas pelatihan. Setiap kelompok mendapat pendampingan dari wali kelas dan tim koperasi. Praktik lapang dimulai dengan penghitungan perkiraan umur tanaman sawit.

Peserta mengamati lingkar pelepah untuk memperkirakan umur tanaman. Mereka menemukan sekitar 13 lingkar pelepah pada tanaman yang diamati. Hasil pengamatan menunjukkan tanaman berusia sekitar tujuh hingga delapan tahun.

Peserta juga memeriksa kondisi batang, daun, dan pelepah. Pemeriksaan bertujuan mendeteksi gejala kekurangan unsur hara. Hasil pengamatan menemukan sedikit gejala kekurangan kalium dan magnesium.

Kondisi unsur hara lainnya terlihat cukup baik. Peserta juga mempraktikkan identifikasi tekstur tanah. Lahan kunjungan tersebut didominasi tanah berpasir.

Peserta Praktik Deteksi Hama dan Penyakit

Kegiatan berlanjut dengan sensus kondisi kebun untuk penerapan sistem peringatan dini. Peserta memeriksa potensi serangan hama dan penyakit pada tanaman. Mereka mengamati daun, pelepah, buah, hingga batang sawit.

Pengamatan mencakup ulat api dan ulat kantong pada daun. Peserta juga mencari indikasi kumbang badak pada pelepah. Pemeriksaan buah mencakup potensi gangguan tikus dan tupai.

Pada bagian batang, peserta mengamati kemungkinan gejala ganoderma. Hasil pemeriksaan tidak menemukan serangan hama dan penyakit di lokasi. Peserta juga menilai kondisi gulma dan tutupan hijauan kebun.

Kondisi kebun terlihat cukup bersih dengan beberapa gulma berbatang keras. Beberapa bagian lahan juga memperlihatkan permukaan tanah berpasir. Peserta kemudian memeriksa jumlah pelepah pada tanaman.

Tanaman berusia tujuh hingga delapan tahun masih menggunakan dodos saat panen. Standar pelepah yang digunakan yakni songgo tiga. Di lapangan, sebagian besar tanaman memiliki kondisi songgo dua hingga tiga.

Koperasi Berbagi Pengalaman Sertifikasi RSPO

Peserta kemudian berdiskusi dengan Ketua Koperasi Berkat Bunga Damai di balai pertemuan. Abu Bakar AR menjelaskan perjalanan koperasi sejak masih berbentuk Gapoktan. Kelembagaan tersebut kemudian berkembang menjadi koperasi pada 2022.

Koperasi mulai mengurus sertifikasi RSPO pada 2024. Pada Maret 2026, koperasi memperoleh sertifikat RSPO. Saat kunjungan berlangsung, koperasi juga tengah mengurus sertifikasi ISPO.

Abu Bakar turut menjelaskan manfaat sertifikasi bagi anggota koperasi. Ia juga memaparkan tahapan yang koperasi jalani hingga memperoleh sertifikasi RSPO. Pengalaman tersebut menjadi salah satu materi penting dalam kunjungan.

Sekitar 500 anggota koperasi juga telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut menggunakan skema Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.

Rangkaian kunjungan berakhir setelah peserta mengikuti istirahat, salat, dan makan siang. Peserta kemudian berfoto bersama sebelum meninggalkan lokasi. Rombongan kembali ke Kota Lhokseumawe untuk mengikuti agenda penutupan pelatihan.

Kunjungan tersebut memberi kesempatan kepada peserta melihat praktik pengelolaan kebun secara langsung. Peserta juga memperoleh gambaran tentang penguatan kelembagaan dan sertifikasi perkebunan sawit.