PewartaAceh | BUDAPEST – Paris Saint-Germain (PSG) mengusung motivasi ganda saat menantang Arsenal pada partai final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu malam ini. Selain berambisi mempertahankan takhta Eropa, manajemen raksasa Prancis tersebut juga menyiapkan guyuran bonus bernilai fantastis bagi para pemain.
Klub besutan Luis Enrique ini datang ke Hungaria dengan status mentereng sebagai juara bertahan kompetisi. Musim lalu, Les Parisiens akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka untuk menguasai kompetisi antarklub tertinggi di Benua Biru tersebut.
Sebelumnya, PSG kerap menemui kegagalan di fase gugur meskipun mendapatkan suntikan dana melimpah dari investor Qatar. Mereka bahkan sempat menelan pil pahit setelah kalah dari Bayern Munchen pada partai puncak edisi 2020. Penantian sejarah itu baru terbayar lunas pada musim lalu di bawah arahan taktik yang tepat.
Guyuran Bonus Kolektif Rp20,7 Miliar
Media olahraga Prancis, L’Equipe, melaporkan bahwa skuad PSG telah menyepakati skema bonus khusus bersama manajemen klub. Setiap pemain akan mengantongi uang tunai sebesar 1 juta euro atau sekitar Rp20,7 miliar jika sukses menumbangkan Arsenal.
Empat pemain senior yang masuk dalam dewan kepemimpinan tim memimpin langsung negosiasi kontrak bonus tersebut sejak awal musim. Mereka adalah Marquinhos, Achraf Hakimi, Ousmane Dembele, dan Vitinha.
Sistem pembagian bonus di internal PSG kini juga mengalami perubahan signifikan demi menjaga keharmonisan ruang ganti. Direktur Olahraga PSG, Luis Campos, menerapkan kebijakan kesetaraan nilai bagi seluruh anggota tim yang terlibat di kompetisi.
Kebijakan ini membuat pemain bintang sekelas Khvicha Kvaratskhelia akan menerima nominal yang sama dengan pemain muda, Quentin Ndjantou. Padahal, Ndjantou tercatat baru tampil sebanyak tiga kali sepanjang fase liga bergulir musim ini.
Ambisi Cetak Sejarah Baru Eropa
Jika berhasil mengangkat trofi Si Kuping Besar di Budapest, PSG akan menyamai rekor mentereng Real Madrid. Mereka bakal menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions sejak raksasa Spanyol itu melakukannya.
Pelatih PSG, Luis Enrique, menegaskan bahwa uang bukanlah motivasi utama anak asuhnya di atas lapangan hijau. Sang juru taktik menyebut gengsi trofi Liga Champions jauh lebih berharga dari sekadar nominal bonus materi.
“Saya rasa tidak ada motivasi yang lebih besar daripada memenangi kompetisi Liga Champions,” ujar Luis Enrique menjelang laga.
Mantan pelatih Barcelona tersebut meminta anak asuhnya fokus penuh untuk menampilkan performa terbaik sepanjang pertandingan melawan Arsenal. Ia juga mengingatkan para pemain agar memanfaatkan momentum langka ini untuk kembali mencatatkan nama mereka dalam buku sejarah sepak bola dunia.















