Scroll untuk baca artikel
InternasionalOlahraga

Iraola Resmi Gantikan Slot, Liverpool Hadapi Lima Tantangan Besar

16
×

Iraola Resmi Gantikan Slot, Liverpool Hadapi Lima Tantangan Besar

Sebarkan artikel ini
Andoni Iraola menghadapi tantangan besar saat mulai melatih Liverpool musim depan.

PewartaAceh | LONDON – Andoni Iraola resmi menjadi manajer baru Liverpool FC, menggantikan Arne Slot yang dipecat menyusul musim 2025-26 yang mengecewakan. Direktur olahraga Richard Hughes menunjuk pelatih asal Basque itu setelah Liverpool mencatat 12 kekalahan di Liga Premier, tersingkir dari Piala FA, Piala Carabao, dan Liga Champions. Iraola membawa rekam jejak mentereng bersama Bournemouth, termasuk membawa The Cherries finis keenam Premier League musim lalu dengan anggaran terbatas.

Namun, tantangan di Anfield jauh lebih besar. Liverpool mewarisi sejumlah masalah struktural serius yang harus Iraola bereskan sebelum musim baru bergulir pada Agustus mendatang.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

1. Memaksimalkan Alexander Isak yang Rentan Cedera

Alexander Isak hanya tampil 13 kali sebagai starter sepanjang musim karena cedera berulang. Striker senilai £125 juta itu bahkan absen empat bulan akibat patah kaki pada Desember 2025. Iraola membutuhkan Isak yang fit dan tajam—bukan sekadar nama besar di atas kertas.

Kabar baiknya, Isak kini membela Swedia di Piala Dunia. Ia bahkan mencetak gol spektakuler dalam laga uji coba melawan Norwegia. Eks pelatih Bournemouth itu tentu sudah mengenal profil Isak saat masih membela Newcastle. Jika Piala Dunia mampu memulihkan kepercayaan diri Isak, Iraola mendapat modal besar sejak hari pertama.


2. Mengembalikan Florian Wirtz ke Performa Terbaik

Florian Wirtz menunjukkan kilasan kejeniusannya musim lalu. Namun pemain senilai £100 juta dari Bayer Leverkusen itu terlalu sering menghilang di laga-laga krusial. Iraola berencana menempatkan Wirtz sebagai No.10 dalam formasi 4-2-3-1 favoritnya—sebuah peran yang cocok dengan karakter permainan sang pemain.

Masalahnya, Wirtz butuh dukungan lini tengah yang solid. Liverpool berulang kali kewalahan musim lalu karena Gravenberch kehilangan keseimbangan defensif dan Mac Allister tampak kelelahan. Iraola kemungkinan besar akan meminta klub mendatangkan gelandang bertahan spesialis demi meringankan beban keduanya.


3. Menemukan Penerus Mohamed Salah

Liverpool kini menghadapi lubang besar di sayap kanan sepeninggal Mohamed Salah. Tidak ada pemain dalam sejarah Premier League yang mencetak dan menciptakan gol lebih banyak bagi Liverpool selanjutnya. Mencari penggantinya bukan perkara mudah.

Target utama Iraola disebut-sebut adalah Yan Diomande. Namun harga yang harus Liverpool bayar kini membengkak jauh. Klub sempat melewatkan Antoine Semenyo yang akhirnya bergabung ke Manchester City seharga £64 juta pada Januari lalu—sebuah keputusan yang kini terasa mahal konsekuensinya.


4. Memperkuat Lini Pertahanan yang Rapuh

Kepergian Ibrahima Konate meninggalkan kekosongan besar di jantung pertahanan Liverpool. Virgil van Dijk mungkin masih bisa tampil satu musim lagi. Namun Joe Gomez sulit menjamin keberlangsungan fisiknya sepanjang musim penuh.

Liverpool mendatangkan Jeremy Jacquet seharga £60 juta dari Rennes. Bek berusia 20 tahun itu baru pulih dari cedera bahu serius. Iraola kini bertaruh besar pada pemain yang baru mengoleksi 37 penampilan di level teratas itu untuk segera tampil meyakinkan.


5. Menyelesaikan Dilema Kiper: Pertahankan Alisson atau Andalkan Mamardashvili?

Liverpool merencanakan suksesi kiper dengan mendatangkan Giorgi Mamardashvili dari Valencia pada musim panas 2024. Mereka pun melepas Caoimhin Kelleher ke Brentford seharga £12,5 juta. Kini dua keputusan itu tampak berbalik menjadi bumerang.

Mamardashvili tampil gugup dan tidak meyakinkan sepanjang 20 penampilannya bersama The Reds. Iraola kini berjuang mempertahankan Alisson Becker yang diincar Juventus. Meski sang kiper Brasil itu tidak lagi muda, Liverpool jelas belum siap sepenuhnya mempercayakan gawang mereka kepada Mamardashvili.


Bek Kanan Juga Jadi Sorotan

Di posisi bek kanan, Iraola menghadapi pilihan yang sama sulitnya. Jeremie Frimpong hanya tampil 23 kali sebagai starter dan gagal mempertahankan performa konsisten. Conor Bradley kembali didera cedera sepanjang musim. Keduanya belum bisa diandalkan penuh untuk bermain dua kali seminggu.

Nama Frimpong bahkan tidak masuk skuad Belanda untuk Piala Dunia—sinyal nyata bahwa Ronald Koeman pun meragukan konsistensinya. Jika Iraola tidak menemukan solusi di posisi ini sebelum Agustus, Liverpool berisiko memulai musim baru dengan kelemahan yang sama.