Scroll untuk baca artikel
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H - PT Midaya Network Group dan PewartaAceh.com
Internasional

Iran Ultimatum AS Jika Israel Terus Serang Lebanon

37
×

Iran Ultimatum AS Jika Israel Terus Serang Lebanon

Sebarkan artikel ini
Iran mengancam AS di tengah memanasnya konflik Israel dan Lebanon.

PewartaAceh | TEHERAN — Pemerintah Iran mengultimatum Amerika Serikat terkait serangan Israel di Lebanon selatan. Teheran menilai agresi itu dapat mengganggu prospek perundingan dengan Washington jika situasi terus memburuk.

Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menegaskan Israel dan pasukan AS akan menghadapi konsekuensi serius bila serangan terus berlangsung. Ia menyampaikan pernyataan itu melalui akun media sosial X, Selasa (2/6).

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Jika serangan terhadap Lebanon tidak berhenti sepenuhnya, konsekuensinya akan sangat serius bagi rezim Zionis dan pasukan AS di kawasan,” kata Azizi.

Azizi juga menegaskan Iran siap memberi respons militer. Karena itu, ia meminta Israel segera menghentikan operasi di Lebanon selatan.

Gencatan Senjata Jadi Syarat

Sementara itu, pemerintah Iran terus mendorong gencatan senjata di Lebanon. Teheran bahkan menjadikan penghentian perang sebagai syarat penting dalam pembahasan dengan Amerika Serikat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, kembali menegaskan posisi negaranya dalam konferensi pers di Teheran, Senin (1/6).

“Kami menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan syarat penting bagi setiap kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang,” ujar Baqaei.

Ia juga memastikan Iran akan terus mendukung Lebanon menghadapi agresi Israel. Di sisi lain, Teheran menilai serangan itu memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.

Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan

Baqaei turut menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata. Tuduhan itu muncul setelah pasukan AS menyerang sebuah menara telekomunikasi di wilayah pelabuhan Iran bagian selatan.

Menurut Baqaei, Garda Revolusi Iran langsung menargetkan pangkalan militer AS yang diduga menjadi sumber serangan itu. Namun, Iran belum mengungkap lokasi pangkalan tersebut.

“Iran akan mengambil langkah apa pun yang kami anggap perlu untuk mempertahankan keamanan nasional,” tegas Baqaei.

Selain itu, Iran juga meminta Amerika Serikat membebaskan aset negara yang dibekukan akibat sanksi ekonomi. Teheran menilai langkah itu penting untuk membangun kepercayaan dalam hubungan kedua negara.

Program Nuklir Belum Masuk Agenda

Baqaei menjelaskan pemerintah Iran belum membahas detail program nuklir dalam pertukaran pesan dengan Washington. Saat ini, Iran lebih memprioritaskan penghentian perang di kawasan.

“Belum ada negosiasi mengenai rincian isu nuklir. Pada tahap ini, prioritas kami adalah mengakhiri perang,” katanya.

Meski demikian, komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung. Iran menyebut kedua pihak belum mencapai keputusan akhir terkait kesepakatan yang sedang dibahas.

Senada dengan itu, kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran sejak April lalu menunjukkan ketidakpatuhan Washington terhadap gencatan senjata.

Netanyahu Janji Perluas Operasi

Ketegangan kawasan semakin meningkat setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji memperluas operasi militer di Lebanon.

Netanyahu bahkan mengklaim pasukannya kini menguasai Kastil Beaufort di Lebanon selatan. Karena itu, situasi di perbatasan Israel-Lebanon diperkirakan semakin memanas dalam beberapa hari mendatang.