Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Banda AcehHeadlineSosial

Ngaku KDRT Saat Telepon Polisi, Ternyata Ibu di Banda Aceh Ini Hanya Lapar: Respon Polisi Bikin Haru!

0
×

Ngaku KDRT Saat Telepon Polisi, Ternyata Ibu di Banda Aceh Ini Hanya Lapar: Respon Polisi Bikin Haru!

Sebarkan artikel ini
AKSI SIMPATIK: Personel Polresta Banda Aceh saat menyerahkan bantuan makanan kepada Ibu Wardiah di kediamannya, kawasan Lamtemen Barat, Banda Aceh. Bermula dari laporan kelaparan, polisi menunjukkan sisi humanis dengan memberikan bantuan pangan secara langsung. (Foto: Dok. Humas Polresta Banda Aceh)
Example 468x60

PewartaAceh | BANDA ACEH – Sebuah kejadian unik sekaligus menyentuh hati mewarnai layanan darurat kepolisian di wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Seorang wanita bernama Wardiah, warga Lamtemen Barat, Kecamatan Jaya Baru, mendadak menjadi sorotan setelah melakukan panggilan ke layanan Call Centre 110 dengan laporan awal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Laporan yang diterima petugas pada pukul 15.15 WIB tersebut segera direspons dengan cepat oleh personel Satreskrim berpakaian sipil guna mengantisipasi situasi darurat di lokasi kejadian.

Example 300x600

Fakta Mengejutkan di Balik Laporan KDRT

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Andi Kirana, melalui Kapolsek Jaya Baru, Iptu Tea Gustianingsih, menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, petugas menemukan fakta yang jauh dari dugaan awal. Alih-alih menemukan situasi kekerasan yang sedang berlangsung, petugas justru mendapati Wardiah dalam kondisi fisik yang sangat lemah.

“Setelah dikonfirmasi oleh personel di lapangan, ternyata laporan KDRT yang dimaksud sudah terjadi satu tahun silam. Alasan beliau menelepon hari ini adalah karena kondisi perut yang sangat lapar dan tidak tahu harus mengadu ke mana,” ujar Iptu Tea.

Keadaan ekonomi yang sulit dan rasa lapar yang mendesak membuat sang ibu nekat menghubungi polisi sebagai jalan terakhir untuk mendapatkan pertolongan.

Aksi Humanis: Polisi Langsung Salurkan Bantuan Makanan

Alih-alih memberikan teguran atas laporan yang tidak sesuai waktu kejadian, personel Polresta Banda Aceh justru menunjukkan empati yang mendalam. Melihat kondisi Wardiah yang memprihatinkan di rumah kayunya, petugas segera bergegas mencari bantuan pangan.

“Personel langsung membelikan nasi bungkus dan air mineral untuk memenuhi kebutuhan mendesak sang ibu. Petugas juga meluangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesah beliau dengan sabar,” tambah Iptu Tea.

Koordinasi dengan Perangkat Desa

Selain memberikan bantuan instan, pihak kepolisian juga memberikan edukasi kepada Wardiah. Petugas menyarankan agar ia berkoordinasi dengan Keuchik (Kepala Desa) setempat guna mendapatkan pendampingan sosial atau bantuan pangan rutin dari program pemerintah desa.

Langkah ini diambil agar permasalahan ekonomi yang dihadapi Wardiah dapat tertangani secara berkelanjutan oleh instansi terkait.

“Tugas Polri bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga mengayomi dan hadir di tengah kesulitan masyarakat. Kami berharap bantuan kecil ini dapat meringankan beban Ibu Wardiah dan menjadi bentuk kehadiran negara di tengah rakyat,” pungkas Iptu Tea Gustianingsih.

Example 300250
Example 120x600
Example 468x60
Example 728x250