PewartaAceh | YOGYAKARTA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, Ny. Marlina Muzakir, melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (5/5/2026). Ia mengunjungi dua lembaga pendidikan ternama guna memperkuat pembelajaran lintas daerah dalam pengelolaan PAUD yang inklusif dan berbasis komunitas.
Mengawali kegiatannya, Ny. Marlina mendatangi Kelompok Bermain (KB) Vanda Perta Rini di Kalasan, Sleman. Kunjungan ini menjadi momentum berharga untuk berbagi pengalaman antara Aceh dan Yogyakarta, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan di daerah masing-masing.
Bunda PAUD Aceh sempat menyoroti kondisi pendidikan di Aceh yang masih berjuang pulih dari dampak bencana. “Pasca banjir beberapa waktu lalu, sejumlah kegiatan belajar mengajar di Aceh bahkan masih berlangsung di sekolah darurat atau tenda,” ungkapnya.
Praktik Multikultural di Sleman
Sementara itu, Kepala Sekolah KB Vanda Perta Rini, Sri Mardianti, menjelaskan bahwa lembaga tersebut berdiri sejak 2003 atas dasar kecintaan terhadap anak-anak. Saat ini, lembaga tersebut mengelola sekitar 120 siswa dari berbagai latar belakang agama, mulai dari Islam, Hindu, hingga Buddha.
“Kami berupaya menciptakan ruang belajar yang inklusif dan menyenangkan bagi semua anak tanpa memandang latar belakang mereka,” ujar Sri. Selain itu, sekolah ini menyediakan layanan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus dengan sistem pembelajaran yang terstruktur berdasarkan kelompok usia.
Eksplorasi Model Sentra di Bantul
Setelah dari Sleman, Bunda PAUD Aceh melanjutkan kunjungannya ke Play Group Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (PG-TKIT) Alhamdulillah di Tamantirto, Bantul. Fokus kunjungan kedua ini adalah mempelajari kolaborasi pendidikan bermuatan islami yang selaras dengan budaya lokal.
Ny. Marlina sangat tertarik dengan penerapan model pembelajaran sentra di lembaga tersebut. “Model sentra memberikan ruang eksplorasi yang luas bagi anak untuk menstimulasi perkembangan mereka secara optimal,” jelas istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf tersebut.
Sebagai informasi, PG-TKIT Alhamdulillah merupakan lembaga yang diinisiasi oleh Novia Kolopaking, istri dari tokoh intelektual Muslim, Emha Ainun Madjid (Cak Nun). Lembaga ini dikenal sukses memadukan nilai spiritual dengan kreativitas anak.
Pada akhirnya, kunjungan kerja ini diharapkan mampu melahirkan kolaborasi dan inspirasi baru bagi tenaga pendidik di Aceh. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan PAUD agar lebih inklusif, ramah anak, dan berkelanjutan di masa depan.





















