Bantuan Darurat NGO Nasional Mengalir ke Aceh Pascabanjir, Abu Salam Pastikan Distribusi Transparan

PewartaAceh | BIREUEN — Krisis hidrometeorologi berupa banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh kini memasuki fase krusial pemulihan darurat. Merespons kondisi tersebut, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan entitas filantropi nasional resmi digulirkan untuk mempercepat penanganan dampak bencana di lapangan.

Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi atau yang akrab disapa Abu Salam, hadir mewakili Pemerintah Aceh dalam prosesi serah terima bantuan strategis. Acara tersebut berlangsung di Desa Blang Kuruk, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, pada Minggu (15/2/2026).

Bantuan masif ini merupakan hasil konsorsium tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) dari tiga organisasi nonpemerintah (NGO) nasional, yakni Salam Setara, platform kedermawanan Kitabisa, dan Miss Glam MFoundation.

Abu Salam menegaskan bahwa sinergi ini adalah investasi sosial vital untuk menekan kerugian sosio-ekonomi masyarakat. “Kehadiran bantuan ini bukan sekadar wujud karikatif, melainkan langkah strategis mitigasi risiko lanjutan. Kami mengapresiasi percepatan distribusi logistik ini untuk menyentuh level akar rumput,” ujar Abu Salam usai menandatangani berita acara serah terima.

Operasi distribusi ini dikomandoi oleh Akmal Rusli, yang menjelaskan bahwa alokasi bantuan telah dipetakan secara presisi. Sebanyak 22 desa di Kabupaten Bireuen yang masuk dalam kategori zona merah menjadi sasaran utama penyaluran.

“Manajemen distribusi kami rancang agar terukur. Bantuan mencakup paket sembako, perlengkapan keluarga (family kit), tenda pengungsian, hingga instalasi mesin air Reverse Osmosis (RO) untuk mencegah penyakit menular pascabanjir,” papar Akmal.

Demi menjaga akuntabilitas, prosesi serah terima turut melibatkan para Keuchik (Kepala Desa) dari 22 gampong terdampak. Pelibatan aparatur desa ini bertujuan sebagai kendali mutu agar bantuan langsung diterima oleh keluarga penyintas tanpa distorsi rantai pasok. Melalui suntikan bantuan ini, Pemerintah Aceh berharap fase tanggap darurat dapat segera bertransisi menuju tahap rekonstruksi wilayah yang berkelanjutan.