PewartaAceh | Banda Aceh — Pemerintah Aceh menegaskan bahwa pelaksanaan realisasi Bantuan Meugang Presiden menjelang Ramadan 2026 harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, termasuk kewajiban penyaluran bantuan dalam bentuk daging, bukan uang tunai.
Penegasan tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, merujuk pada surat petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.6/848/SJ tertanggal 12 Februari 2026 tentang penggunaan Bantuan Presiden untuk Meugang menjelang bulan Ramadan.
Dalam surat tersebut, para bupati di seluruh Aceh diperintahkan untuk segera melakukan pembelian sapi lokal melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Proses pengadaan dilakukan dengan penyesuaian penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) serta cukup dilaporkan kepada pimpinan DPRK.
“Bantuan Meugang Presiden wajib disalurkan dalam bentuk daging yang telah dipotong, tidak boleh dalam bentuk uang. Masyarakat penerima harus menerima daging secara langsung,” tegas Muhammad MTA, dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, petunjuk teknis dari Mendagri bertujuan memperjelas mekanisme pelaksanaan agar seluruh proses berjalan tertib, transparan, dan penuh tanggung jawab.
Selain itu, Gubernur Aceh mengimbau kepada seluruh bupati dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan pendampingan secara intensif terhadap pelaksanaan kegiatan oleh SKPD. Pemerintah daerah juga diminta membangun koordinasi yang kuat dengan para geuchik di tingkat gampong.
“Koordinasi yang komprehensif sangat penting agar distribusi bantuan berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Aceh menyampaikan bahwa berbagai langkah pemulihan pascabencana terus dilakukan di bawah supervisi pemerintah pusat. Seluruh pihak diharapkan tetap bersatu dalam mendukung proses pemulihan dan pembangunan daerah.
Melalui pelaksanaan Bantuan Meugang Presiden ini, Pemerintah Aceh berharap masyarakat terdampak bencana dapat merasakan manfaat secara langsung, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial menjelang Ramadan 2026.







































