PewartaAceh | BANDA ACEH – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh kembali melakukan penertiban terhadap aparatur negara yang membandel. Sedikitnya, empat Aparatur Sipil Negara (ASN) terjaring razia saat sedang asyik nongkrong di warung kopi (warkop) pada jam kerja, Senin (27/4/2026).
Operasi penertiban ini difokuskan di kawasan Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Petugas mendapati para abdi negara tersebut sedang bersantai tanpa alasan kedinasan yang jelas di tengah waktu pelayanan publik masih berlangsung.
Upaya Penegakan Disiplin Aparatur
Pelaksana Harian (Plh) Kasatpol PP dan WH Aceh, Tarmizi, S.P., M.Si., melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat, Huzaifal, S.Sos., menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari komitmen instansi dalam menegakkan disiplin pegawai sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Razia ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan ASN. Kami tidak ingin ada aparatur yang menghabiskan waktu di luar kantor tanpa kepentingan dinas yang jelas selama jam kerja,” tegas Huzaifal dalam keterangannya pascaoperasi.
Pengawasan Rutin di Titik Rawan
Menurut Huzaifal, kawasan Kuta Alam dipilih menjadi salah satu lokasi razia karena banyaknya laporan mengenai keberadaan ASN yang kerap menghabiskan waktu di warkop saat jam pelayanan. Dalam razia tersebut, petugas langsung melakukan pendataan dan meminta para ASN yang terjaring untuk segera kembali ke instansi masing-masing guna melanjutkan pekerjaan.
Data para ASN yang terjaring ini nantinya akan dilaporkan kepada atasan masing-masing instansi serta Badan Kepegawaian Aceh (BKA) untuk ditindaklanjuti dengan sanksi administratif sesuai tingkat pelanggarannya.
Harapan bagi Pelayanan Publik
Langkah tegas dari Satpol PP dan WH Aceh ini diharapkan memberikan efek jera, tidak hanya bagi mereka yang terjaring, tetapi juga bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Aceh.
“Disiplin adalah fondasi dari pelayanan publik yang prima. Kami akan terus melakukan pengawasan secara rutin di berbagai titik untuk memastikan seluruh aparatur tetap berada di pos masing-masing saat jam dinas,” tutup Huzaifal.




















