PewartaAceh | Banda Aceh – Sekda Aceh, M. Nasir, menginstruksikan Dinas Kesehatan Aceh untuk memperkuat layanan kesehatan darurat di wilayah terdampak banjir. Instruksi ini menekankan distribusi tenaga medis, obat-obatan, serta peralatan ke sembilan kabupaten prioritas. Langkah tersebut diambil menyusul tingginya jumlah warga terdampak, kerusakan fasilitas kesehatan, serta banyaknya akses darat yang masih terputus.
“Tolong pastikan layanan kesehatan darurat juga didirikan di Rumah Sakit Zainoel Abidin, Rumah Sakit Ibu Anak, dan Rumah Sakit Meuraxa. Setelah jalan darat terhubung, pasti banyak pasien rujukan akan berdatangan,” ujar Sekda saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi di Kantor Gubernur Aceh, Sabtu (6/12).
Sekda juga meminta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan BPBA dan BNPB untuk mendirikan tenda kesehatan darurat di tiga rumah sakit rujukan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, melaporkan bahwa sebanyak 360 tenaga kesehatan telah diterjunkan ke posko-posko di sembilan daerah terdampak, masing-masing di Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Langsa, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.
“Kami masih fokus pada distribusi obat dan pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar. Hari ini ada 600 kantong makanan tambahan balita dan 100 kantong untuk ibu hamil yang akan dikirimkan secara bertahap,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan menyiapkan pengiriman ambulans dari Medan, satu boks besar berisi PMT dan obat-obatan, serta boks kecil untuk tabung oksigen medis. Antisipasi lonjakan pasien rujukan ke Banda Aceh juga dilakukan dengan menyiapkan tenda kesehatan atau rumah sakit darurat di RSUD Zainoel Abidin sesuai instruksi Sekda.
Ferdiyus menambahkan bahwa kondisi lapangan masih menantang karena beberapa daerah belum dapat dipastikan kondisi fasilitas kesehatannya akibat terisolasi. “Semua RS alkesnya terendam. Kita belum tahu mana yang masih bisa digunakan. Pelayanan dasar harus dipastikan berjalan dulu,” ujarnya.
Ia juga melaporkan bahwa dukungan dari luar daerah terus berdatangan. Tenaga kesehatan dari Jambi dijadwalkan tiba dengan tim lengkap, sementara malam ini tim dokter spesialis dari Jawa Barat juga akan bergabung. Kampus-kampus kesehatan besar di Indonesia turut mengirimkan relawan medis.
Sementara itu, Deputi Pencegahan BNPB memastikan telah mengirimkan genset untuk RS Aceh Tamiang dan mendorong percepatan pembersihan fasilitas kesehatan bersama TNI agar layanan rumah sakit dapat segera pulih. BNPB juga meminta laporan terkait titik-titik yang masih terisolasi untuk diprioritaskan dalam pengiriman bantuan udara.







































