PewartaAceh | Jakarta – Jaecoo J5 EV resmi mengukuhkan posisinya sebagai mobil listrik paling diminati di pasar otomotif Indonesia. Kehadiran SUV kompak ini tidak hanya menjadi primadona baru di Tanah Air, tetapi juga menjadi motor utama bagi kesuksesan entitas Omoda-Jaecoo yang berhasil menorehkan rekor penjualan global sebanyak satu juta unit hanya dalam waktu tiga tahun.
Prestasi fantastis ini dirayakan dengan meriah dalam pembukaan stan Chery Group pada ajang Beijing Autoshow 2026 di Capital International Exhibition & Convention Center, Beijing, China, Jumat (24/4). Keberhasilan mencapai angka satu juta unit dalam durasi singkat tersebut diklaim sebagai pertumbuhan tercepat yang pernah dicapai oleh sebuah merek otomotif di dunia.
Dominasi Jaecoo J5 EV di Pasar Indonesia
Di Indonesia, strategi harga kompetitif menjadi kunci ledakan penjualan Jaecoo. SUV dua baris dengan desain premium dan fitur melimpah ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp299 juta untuk varian tertingginya. Strategi value for money ini terbukti sangat efektif menggaet minat konsumen.
Berdasarkan data penjualan kuartal pertama tahun 2026, Jaecoo J5 EV menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan:
-
Januari: 1.942 unit
-
Februari: 2.926 unit
-
Maret: 2.775 unit
Perolehan tersebut menempatkan Jaecoo J5 EV sebagai pemimpin pasar mobil listrik (Electric Vehicle) di Indonesia selama tiga bulan berturut-turut.
Ekspansi Agresif di 69 Negara
Keberhasilan Omoda-Jaecoo merupakan hasil dari penetrasi pasar yang sangat agresif. Hingga saat ini, produk-produk di bawah naungan Omoda-Jaecoo telah tersedia di 69 pasar utama dunia dengan dukungan jaringan 1.300 diler resmi.
Fenomena Jaecoo J5 EV tidak hanya terjadi di Indonesia. Secara global, model ini terjual rata-rata 20.000 unit per bulan dalam kurun waktu sembilan bulan sejak peluncuran perdananya. Pada Maret 2026 saja, total penjualan bulanan Omoda-Jaecoo mencapai angka 60.000 unit.
Penetrasi dan Validasi di Pasar Eropa
Pertumbuhan merek ini semakin tervalidasi setelah meraih sukses besar di benua biru. Hanya dalam dua tahun, Omoda-Jaecoo telah menjangkau 16 negara di Eropa dengan total penjualan kumulatif mencapai 220.000 unit.
Di Inggris Raya, dalam waktu sembilan bulan, merek ini berhasil menguasai 2% pangsa pasar dan masuk ke dalam daftar 10 mobil paling laris. Momentum kesuksesan ini dikabarkan akan berlanjut dengan ekspansi lebih mendalam ke pasar otomotif raksasa Eropa lainnya, yakni Jerman dan Prancis.
Meski di pasar global Omoda dan Jaecoo merupakan satu entitas tunggal bernama ‘OMODA&JAECOO’, di Indonesia keduanya memiliki strategi berbeda. Omoda dipasarkan sebagai sub-model dari Chery, sementara Jaecoo berdiri sebagai merek independen yang fokus pada segmen SUV premium dan kendaraan energi terbarukan.




















