Pemerintah Aceh Lepas Tim Safari Ramadhan 2026, Fokus pada Pemulihan Psikososial Pascabencana

PewartaAceh | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh resmi melepas Tim Safari Ramadhan Tahun 1447 Hijriah sebagai langkah strategis memperkuat ukhuwah islamiah sekaligus mempercepat pemulihan psikososial masyarakat di wilayah terdampak bencana. Upacara pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan tahunan ini mengusung misi khusus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Aceh menempatkan aspek dukungan moral dan spiritual sebagai prioritas utama bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana alam. Fokus tersebut bertujuan untuk memastikan proses rehabilitasi mental berjalan beriringan dengan pembangunan fisik di daerah.

“Kami berharap tausiah yang disampaikan para dai tidak hanya menyentuh aspek ibadah, tetapi juga mengandung pesan pemulihan psikososial atau trauma healing. Kehadiran tim harus mampu menguatkan mental masyarakat agar tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan,” ujar M. Nasir dalam arahannya.

Tim Safari Ramadhan ini terdiri atas kolaborasi antara pejabat Pemerintah Aceh, ulama, dan dai. Selain memberikan penguatan nilai-nilai syariat, para petugas mengemban amanah untuk menyosialisasikan program strategis pemerintah tahun 2026, khususnya yang berkaitan dengan percepatan pemulihan infrastruktur dan ekonomi pascabencana. Hal ini dilakukan agar arus informasi pembangunan sampai langsung ke tingkat akar rumput.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Yusrizal, menjelaskan bahwa kegiatan akan berlangsung mulai 1 hingga 4 Maret 2026. Tim dijadwalkan mengunjungi 18 kabupaten/kota yang masuk dalam zona terdampak bencana. Program ini dirancang untuk menyentuh titik-titik krusial yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah provinsi.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Pemerintah Aceh menyertakan bantuan logistik berupa lima unit sajadah panjang untuk setiap masjid yang dikunjungi. Tak hanya itu, agenda ini juga mencakup penyaluran santunan bagi anak yatim dengan kuota berkisar 150 hingga 500 penerima per daerah. Melalui langkah ini, Safari Ramadhan diharapkan menjadi katalisator penguatan iman dan kepedulian sosial di seluruh pelosok Serambi Mekkah.