PewartaAceh | BANDA ACEH – Memasuki pekan pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh mengambil tindakan tegas dengan mengamankan puluhan unit sepeda motor yang terlibat aksi balap liar di berbagai titik wilayah hukum setempat. Langkah ini diambil merespons keresahan masyarakat terhadap gangguan kenyamanan saat beristirahat dan menjalankan ibadah.
Penindakan yang dilakukan pada Senin (23/2/2026) ini menyasar para pelanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya Pasal 285 terkait persyaratan teknis kendaraan. Dari total kendaraan yang terjaring, sebanyak 33 unit di antaranya terbukti menggunakan knalpot brong yang memicu kebisingan ekstrem.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Andi Kirana, melalui Kasi Humas Iptu Erfan Gustiar, menyatakan bahwa operasi ini merupakan kelanjutan dari pengawasan intensif pasca-Operasi Keselamatan Seulawah 2026. Menurutnya, sosialisasi masif telah dilakukan sebelumnya agar masyarakat senantiasa menaati aturan berkendara demi keselamatan bersama.
“Fokus kami tetap pada penertiban kendaraan yang tidak standar, terutama knalpot brong. Personel Satuan Lalu Lintas telah melakukan berbagai upaya preventif dan sosialisasi yang melibatkan instansi terkait, namun tindakan represif tetap harus diambil bagi mereka yang membandel,” ujar Iptu Erfan Gustiar dalam keterangan resminya.
Seluruh kendaraan yang terjaring kini telah diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk proses penilangan. Petugas memberikan syarat ketat bagi pemilik yang ingin mengambil kembali kendaraannya, yakni wajib mengganti seluruh komponen modifikasi dengan komponen standar pabrikan di hadapan petugas.
Lebih lanjut, Iptu Erfan memberikan imbauan khusus kepada para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka dalam penggunaan kendaraan bermotor. Hal ini mengingat mayoritas kendaraan yang diamankan telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mengganggu ketertiban umum.
“Kami mengimbau orang tua agar selalu memantau aktivitas putra-putrinya. Sangat disayangkan jika momentum bulan puasa yang penuh keberkahan ini justru ternodai oleh aksi yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.

































