PewartaAceh | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta terus memantau perkembangan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran dan kawasan Timur Tengah lainnya. Langkah ini diambil menyusul dimulainya proses evakuasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI akibat dinamika keamanan di wilayah tersebut.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa hingga saat ini Kemenlu RI belum merilis klasifikasi data WNI berdasarkan asal daerah masing-masing, termasuk warga yang berasal dari Aceh. Namun, secara umum terdapat sekitar 329 WNI yang terdata berada di Iran, dengan dominasi mahasiswa serta pelajar yang bermukim di Kota Qom dan Teheran.
“Pemerintah RI telah memulai langkah taktis dengan mengevakuasi 32 WNI pada tahap pertama melalui Azerbaijan, Jumat (6/3/2026). Proses evakuasi lanjutan akan terus dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah Pusat sesuai dengan kondisi keamanan di lapangan,” ujar Muhammad MTA dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Sementara itu, kondisi WNI di negara-negara Timur Tengah lainnya dilaporkan cenderung aman. Pemerintah setempat di wilayah tersebut telah mengeluarkan maklumat keamanan yang mengimbau seluruh warga, termasuk warga asing, untuk tetap berada di kediaman masing-masing jika tidak memiliki urusan mendesak.
Muhammad MTA menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tetap siaga dan melakukan koordinasi intensif dengan Kemenlu RI guna memastikan keselamatan warga Aceh yang mungkin terdampak. BPPA di Jakarta dipastikan siaga menerima informasi terbaru dari otoritas terkait.
“Kami akan segera menyampaikan informasi terkini kepada rekan-rekan media dan masyarakat jika terdapat perkembangan terbaru mengenai data spesifik warga Aceh maupun situasi keamanan di sana,” pungkasnya.

































