Pemerintah Aceh Fasilitasi 6.421 Penumpang dalam Program Mudik Gratis 2026, Keberangkatan Mulai 15 Maret

PewartaAceh | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) merilis perkembangan terbaru terkait pelaksanaan program “Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026”. Program yang digagas berdasarkan arahan Gubernur Aceh ini bertujuan menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak pendaftaran dibuka pada 3 Maret lalu. Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 3.286 orang telah mendaftar untuk memperebutkan kuota yang tersedia melalui skema Pemerintah Aceh.

“Program ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat dalam menyediakan akses mobilitas yang layak. Kami mencatat sinergi yang sangat baik antara pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta dalam menyukseskan agenda tahunan ini,” ujar Muhammad MTA dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).

Untuk jalur darat yang dikelola Pemerintah Aceh, tersedia kuota sebanyak 2.070 orang dengan mengerahkan 122 unit kendaraan yang terdiri atas 95 unit Hiace dan 27 unit bus. Sebanyak 18 rute perjalanan akan dilayani dengan pusat keberangkatan di Depo Trans Koetaradja (Terminal Tipe A Banda Aceh). Seluruh proses pendaftaran hingga pengunduhan tiket elektronik dilakukan secara daring melalui laman resmi seulamat.dishubaceh.com.

Selain skema Pemerintah Aceh, program ini juga diperkuat dengan dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan BUMN di wilayah Aceh. Sektor angkutan darat tambahan menyediakan kuota bagi 709 penumpang, sementara sektor angkutan laut melayani hingga 3.642 penumpang yang tersebar di delapan rute penyeberangan.

Secara akumulatif, total penumpang yang akan dilayani melalui program mudik gratis di seluruh wilayah Aceh tahun ini mencapai 6.421 orang. Jadwal keberangkatan akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari, yakni pada tanggal 15, 16, dan 17 Maret 2026. Pemerintah Aceh berharap program ini mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memberikan kegembiraan bagi masyarakat dalam merayakan Idulfitri di kampung halaman.