Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Langkahan Aceh Utara, Serahkan Bantuan kepada Warga

PewartaAceh | ACEH UTARA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Utara, Jumat (20/02/2026). Dalam agenda tersebut, Mendagri didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, untuk meninjau kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan bantuan pemerintah pusat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Kunjungan dimulai sejak dini hari dengan kegiatan sahur bersama di Aceh Timur, dilanjutkan Salat Subuh berjamaah, Salat Jumat, serta pertemuan internal bersama jajaran pemerintah daerah. Agenda tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan penanganan di lapangan.

Serahkan Bantuan di Langkahan

Puncak kunjungan berlangsung di Dusun Kareung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Di lokasi tersebut, Mendagri dan Wakil Gubernur menyerahkan bantuan langsung kepada warga terdampak. Selain menyalurkan bantuan, keduanya juga berdialog dengan masyarakat guna mendengar secara langsung kebutuhan mendesak yang diperlukan.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah pusat bersama pemerintah daerah merupakan bentuk komitmen dalam memastikan setiap langkah penanganan berjalan efektif.

“Kehadiran kami bersama Mendagri menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendampingi langkah-langkah pusat, memastikan bantuan cepat sampai, dan kondisi warga terpantau langsung,” ujarnya.

Santunan Anak Yatim di Lhokseumawe

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan buka puasa bersama serta pelaksanaan Salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe. Pada kesempatan tersebut, Mendagri juga menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, serta Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, sebelum rombongan kembali ke hotel.

Kunjungan kerja ini menegaskan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan pascabencana serta memastikan negara hadir secara langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.