Perkuat Ukhuwah, Mendagri dan Gubernur Aceh Hadiri Buka Puasa Bersama Ribuan Warga di Masjid Raya Baiturrahman

PewartaAceh | BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian, bersama Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, menghadiri agenda buka puasa bersama ribuan masyarakat di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian penutupan Aceh Ramadhan Festival sekaligus memperingati malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah.

Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Aceh tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, jajaran Forkopimda Aceh, para ulama, serta kepala daerah dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Sebanyak 5.000 porsi makanan berbuka disediakan melalui kolaborasi bersama para pengusaha, Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), dan BUMD.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menyatakan bahwa momentum berbuka puasa di masjid ikonik kebanggaan rakyat Aceh ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. “Semoga Ramadan ini menjadi momentum untuk meningkatkan ukhuwah serta ketaatan seluruh elemen masyarakat di Aceh,” ujar Mualem.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menambahkan bahwa tradisi berbuka bersama di Masjid Raya Baiturrahman setiap tanggal 17 Ramadan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas daerah berjuluk Serambi Mekkah. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas sertifikasi Masjid Raya Baiturrahman sebagai warisan budaya nasional oleh Kementerian Pariwisata.

Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya mengapresiasi nilai historis dan religius masjid tersebut. Sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus memantau percepatan pemulihan Aceh sesuai instruksi Presiden.

“Masjid ini bukan hanya ikon Aceh, melainkan milik bangsa Indonesia. Penetapannya sebagai cagar budaya nasional membuktikan nilai warisan budayanya yang tinggi. Pemerintah pusat akan terus mendorong percepatan rehabilitasi pascabencana agar aktivitas masyarakat segera kembali normal,” tegas Tito Karnavian.

Setelah prosesi berbuka puasa, jajaran pejabat pusat dan daerah beserta masyarakat melanjutkan ibadah dengan melaksanakan Shalat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah di ruang utama masjid yang tetap berdiri kokoh sejak masa kesultanan hingga penyintas bencana tsunami tersebut.